Amerika Serikat, GPriority.co.id – Keponakan Presiden AS Donald Trump, Mary Trump, membuat klaim mengejutkan, yang menunjukkan bahwa pamannya kemungkinan besar menderita penyakit Alzheimer.
Dilansir dari New York Magazine, Mary Trump, yang sering mengkritik pemerintahan pamannya, mengungkapkan bahwa Trump sering memiliki ekspresi “bingung seperti rusa yang terkejut di depan lampu mobil” yang mengingatkannya pada ayah Trump, yang menderita Alzheimer. Hal ini muncul di tengah pertanyaan yang sering muncul mengenai kesehatan presiden AS tersebut.
Sebagai informasi, Fred Trump, ayah Trump, berjuang melawan penyakit degeneratif tersebut sebelum meninggal dunia pada usia 93 tahun pada tahun 1999.
“Kadang-kadang sepertinya dia tidak menyadari waktu dan tempat. Dan sesekali, saya melihat tatapan linglung seperti rusa yang terkejut di tengah jalan,” ujar Mary kepada New York Magazine.
Trump, 79, sendiri juga sempat membahas kondisi ayahnya dalam sebuah wawancara dengan media tersebut. Saat membicarakannya, ironisnya ia lupa kata untuk penyakit Alzheimer dan harus meminta bantuan sekretaris persnya, Karoline Leavitt.
“Dia punya satu masalah. Pada usia tertentu, sekitar 86, 87 tahun, dia mulai mengalami, apa namanya itu? ya, penyakit Alzheimer,” kata Trump yang saat itu lupa.
Namun masih dalam wawancara yang sama, ia menegaskan bahwa dirinya tak mengidap penyakit tersebut.
“Yah, saya tidak mengidapnya… Saya sama sekali tidak memikirkannya. Tahukah Anda mengapa? Karena apa pun itu, sikap saya tetap acuh tak acuh,” tegasnya.
“Secara genetik, saya dalam kondisi prima. Ibu saya dan keluarganya hidup sangat lama, hingga usia 90-an. Tidak ada penyakit jantung dalam keluarga saya. Tidak ada ini, tidak ada itu. Saya punya teman yang ibunya meninggal pada usia 49 tahun karena serangan jantung. Ayahnya meninggal pada usia 51 tahun karena serangan jantung. Sekarang dia berusia 60 tahun. Saya berkata, ‘Kamu celaka,’. Dia memperhatikan semua yang dia makan. Tapi Anda tidak bisa mengalahkan genetika,” tambahnya.
Trump sering menghadapi pertanyaan tentang kesehatannya. Ia sering terlihat dengan memar di tangannya, yang menurutnya disebabkan oleh 325 miligram aspirin yang ia konsumsi setiap hari. Ia mengatakan bahwa meskipun dokternya tidak menyetujui dosis tersebut, ia mengatakan kepada media, “tetapi itu berhasil untuk saya”.
“Saya sudah melakukan ini selama 30 tahun, dan saya tidak ingin berubah. Tahukah Anda? Anda sekarang berada di Kantor Oval, kan? Saya tidak ingin mengubah apa pun,” pungkasnya.
