Mulai 1 Februari, Rute Malam Commuter Line Bandung Raya Diperpanjang

KAI Commuter Line/Foto Instagram KAI121

Jakarta, GPriority.co.id – KAI Commuter resmi menyesuaikan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) untuk layanan Commuter Line Bandung Raya mulai 1 Februari 2026. Perubahan ini terutama berdampak pada perjalanan malam hari di lintas Padalarang–Cicalengka pulang-pergi, dengan relasi yang diperpanjang dan sebagian jadwal yang dialihkan.

Bagi penumpang yang biasa bepergian pada malam hari, perubahan ini menghadirkan opsi perjalanan yang lebih panjang tanpa harus berganti kereta. KA 398 yang sebelumnya hanya melayani rute Padalarang–Kiaracondong kini diperpanjang menjadi Padalarang–Cicalengka dengan nomor KA 398A, tetap berangkat dari Stasiun Padalarang pukul 21.46 WIB.

Di sisi lain, KA 399 relasi Kiaracondong–Padalarang yang biasa berangkat pukul 22.50 WIB resmi ditiadakan. Sebagai pengganti, penumpang dapat menggunakan KA 357 relasi Cicalengka–Padalarang yang berangkat dari Stasiun Cicalengka pukul 22.25 WIB.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa KA 357 akan tiba di Stasiun Kiaracondong pukul 23.04 WIB dan kembali diberangkatkan pukul 23.10 WIB. Jadwal ini lebih malam sekitar 20 menit dibandingkan jadwal sebelumnya di stasiun tersebut.

“Perpanjangan KA 398 Commuter Line Bandung Raya Menjadi KA 398A Commuter Line Bandung Raya semula melayani rute Padalarang – Kiaracondong, kini berubah menjadi rute yang lebih panjang, yaitu Padalarang – Cicalengka dengan jadwal pemberangkatan dari Stasiun Padalarang yang sama yaitu pukul 21.46 WIB,” kata Karina dalam keterangannya.

Ia menambahkan, penyesuaian ini diharapkan memberi fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat Bandung Raya, khususnya pada malam hari. Pengguna diimbau untuk mencermati kembali jadwal terbaru agar perjalanan tetap terencana dengan baik.

Tiket perjalanan untuk jadwal 1 Februari 2026 sudah dapat dipesan mulai H-7 atau sejak 26 Januari 2026 melalui aplikasi Access by KAI. Informasi jadwal terbaru juga tersedia di aplikasi tersebut, akun media sosial resmi @commuterline, serta layanan pelanggan di (021) 121.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Arif Anwar, menegaskan bahwa perpanjangan relasi dan penyesuaian jadwal ini telah melalui evaluasi menyeluruh dan dinyatakan layak operasi.

“DJKA memastikan bahwa setiap penyesuaian layanan kereta api telah melalui pengkajian aspek teknis secara komprehensif. Persetujuan ini diberikan agar layanan Commuter Line dapat dioperasikan secara aman, andal, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat”, ujar Arif.

Tarif Tetap Disubsidi Pemerintah

Meski lintas perjalanan diperpanjang, tarif Commuter Line Bandung Raya tetap disubsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) oleh DJKA.

Untuk lintas Padalarang–Kiaracondong (20 km) dan Kiaracondong–Cicalengka (22 km), tarif tetap Rp4.000. Sementara untuk lintas penuh Padalarang–Cicalengka sejauh 42 km dikenakan tarif Rp5.000.

Arif berharap, dengan dukungan PSO dan perpanjangan lintas ini, semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan moda transportasi kereta api karena tarif yang tetap terjangkau.