Pemerintah Alokasikan Rp400 Triliun dari APBN untuk Pembangunan Infrastruktur

Ilustrasi pekerja sedang membangun infrastruktur/Foto iStock Ilustrasi pekerja sedang membangun infrastruktur/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp400 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut mencakup sektor konektivitas, pencetakan sawah, perhubungan, perikanan, hingga pengembangan kampung nelayan.

“Tugas APBN adalah menyukseskan investasi infrastruktur. Kita yakin bahwa dengan infrastruktur yang lebih baik akan menjadi landasan untuk pertumbuhan ekonomi. Kalau pertumbuhan ekonominya, kegiatan ekonominya bisa dimunculkan, ini yang akan menjadi sumber investasi,” ujar Suahasil dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sekitar 86 persen aktivitas ekonomi nasional berasal dari dunia usaha dan masyarakat, sedangkan 14 persen sisanya disumbang oleh APBN. 

Oleh karena itu, APBN diarahkan untuk memaksimalkan peran sektor usaha dan masyarakat dengan menempatkan dana di titik-titik strategis, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam delapan program prioritasnya.

Lebih lanjut, Suahasil menegaskan bahwa peningkatan investasi sangat bergantung pada terciptanya iklim usaha yang sehat melalui kepastian hukum, reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Ini kita lakukan semua dengan otoritas-otoritas terkait untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk dunia usaha, masyarakat mau bekerja di perekonomian kita, menciptakan kegiatan ekonomi dan nanti ujungnya kontribusi pajak,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh penerimaan negara tersebut pada akhirnya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, logistik, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan SDM.

“Kita kembalikan lagi ke dalam bentuk infrastruktur, logistik, SDM, pendidikan, kesehatan dan kegiatan-kegiatan lainnya,” pungkas Suahasil.

Pewarta : Fifi Abdurahman