Jakarta dan Banten Sepakati Kerja Sama Bangun MRT Kembangan–Balaraja

Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten resmi bekerja sama membangun Moda Raya Terpadu (MRT) Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja, Rabu (4/2)/Foto Pemprov DKI

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemprov Banten resmi bekerja sama membangun Moda Raya Terpadu (MRT) Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang studi potensi kontribusi pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 antara kedua pemerintah daerah. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2).

“Hari ini, kita mencatat sejarah penting melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan,” kata Pramono.

Menurut Pramono, transportasi kereta modern yang menghubungkan Jakarta dan Banten sepanjang sekitar 30 kilometer ini akan memudahkan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam mengembangkan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di sejumlah titik dekat stasiun.

“Jakarta dan Banten merupakan satu kesatuan kawasan metropolitan. Penyelesaian persoalan transportasi, lingkungan, dan pelayanan publik tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Prinsipnya harus saling memberi manfaat dan saling menguntungkan,” jelasnya,” tutur politisi PDIP itu.

Ia menambahkan, jika proyek ini berjalan sesuai rencana, manfaatnya akan dirasakan Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten, Pemerintah Kota Tangerang, PT MRT Jakarta, hingga para pengembang di sepanjang jalur.

Pramono berharap pembangunan MRT Kembangan–Balaraja dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Kalau itu bisa dilakukan akan sangat baik bagi Jakarta, Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia,” ucap Pramono. 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan proyek MRT Kembangan–Balaraja yang terintegrasi ini telah lama dicita-citakan untuk mengurai kemacetan akibat tingginya mobilitas pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Dirancang oleh Provinsi Jakarta, tentu bermanfaat kepada pemerintah Provinsi Banten. Kami berbatasan langsung dengan ibu kota dan warga kami sebagian besar itu bekerja di Jakarta dan pada malam hari mereka kembali ke jam-jam tersebut, maka kemacetan terjadi juga di tempat kami,” jelasnya.

Menurut Andra, kehadiran transportasi massal ini juga akan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Jakarta.

“‎Terima kasih sekali lagi pada seluruh pihak atas terlaksananya MoU ini,” pungkasnya.