87 Persen Mahasiswa Salah Jurusan, Disdik DKI: Kenali Potensi Diri

Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Sarjoko dalam acara PPTJ 2026/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Sarjoko, mengingatkan kepada para siswa untuk mengenali potensi diri sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia mengatakan, berdasarkan riset Indonesia Career Center Network (ICCN), sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia merasa salah memilih jurusan, yang akhirnya berujung pada putus kuliah. Menurut Sarjoko, kondisi tersebut merupakan hal yang sangat ironis.

“Ini sesuatu hal yang sangat ironis tentunya. Banyak yang baru tersadar ketika di semester 3 atau semester 4, saat materi mulai sulit. Lalu para mahasiswa kehilangan motivasi, merasa tidak sesuai dengan passionnya,” kata Sarjoko dalam pembukaan Pekan Perguruan Tinggi Jakarta (PPTJ) tahun 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

Untuk mencegah terjadinya putus kuliah akibat salah jurusan, Sarjoko menyarankan para siswa memanfaatkan ajang seperti PPTJ untuk menggali potensi diri sekaligus mengenal pilihan perguruan tinggi yang tersedia.

“Oleh karena itu untuk menghindari supaya tidak putus sekolah atau lulus sekolah dengan penyesalan, tentu kita tidak ingin para mahasiswa kita masuk kategori di 87 persen tersebut. Oleh karena itu sekali lagi tentu momen pameran pada kesempatan pagi hari ini tentu menjadi sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi para mahasiswa-mahasiswa semuanya untuk bisa menemukan potensi diri, sekaligus perguruan tinggi-perguruan tinggi yang bisa diharapkan untuk bisa memberikan fasilitasi terhadap cita-cita di masa depan, khususnya kepada para mahasiswa SMA, SMK, Madrasah yang hadir,” jelasnya.

Sarjoko menegaskan, poin terpenting adalah bagaimana siswa mampu melihat peluang yang ada di perguruan tinggi dengan mengorelasikannya pada potensi diri masing-masing.

“Jadi jangan sampai kalian mengambil jurusan ataupun pilihan, yang memang tidak sesuai dengan passion dan kompetensi para mahasiswa sekalian,” ucap Sarjoko.

Lebih lanjut, Sarjoko berpesan agar para siswa bersikap sebagai hunter, bukan sekadar tourist.

Ia mengingatkan agar PPTJ tidak dijadikan ajang jalan-jalan atau sekadar mengoleksi brosur, melainkan dimanfaatkan untuk mengkritisi dan menggali informasi yang ditawarkan perguruan tinggi.

“Tanyakan kepada seluruh kampus yang membuka layanan ini, dan kemudian apa yang kira-kira bakal kalian dapatkan dari layanan pendidikan yang ditawarkan. Paling tidak kalian tentu bisa mendapatkan beberapa pilihan setidaknya tiga jurusan untuk bisa mendapatkan gambaran apa sih yang akan kita temukan di masa yang akan datang,” pungkasnya.