Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertemu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO, OBE di Jakarta pada Selasa (3/2).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam isu lingkungan hidup, pembangunan berkelanjutan, serta kerja sama pendidikan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pelaksanaan 12th International Flora Malesiana Symposium dan International Nature-Based Climate Solutions Conference yang akan digelar di Manokwari pada 9–14 Februari 2026.
Forum ini juga dimanfaatkan untuk membahas peluang dukungan Pemerintah Inggris terhadap komitmen Papua Barat dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati, yang telah dicanangkan sejak lahirnya Deklarasi Manokwari pada periode pertama kepemimpinan Gubernur Dominggus Mandacan (2017–2022).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan perkembangan implementasi Deklarasi Manokwari, termasuk capaian, tantangan, serta potensi dukungan Pemerintah Inggris melalui kerja sama lintas kementerian.
Pihak Kedutaan Besar Inggris menyampaikan bahwa saat ini tengah berlangsung diskusi awal dengan Kementerian Kehutanan terkait program pendataan dan registrasi hutan adat di sejumlah wilayah Papua.
Gubernur Dominggus Mandacan menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menerjemahkan Deklarasi Manokwari ke dalam kebijakan konkret. Salah satunya melalui penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengacu pada RTRW Nasional dan kabupaten, dengan menetapkan 70 persen kawasan hutan untuk dilindungi serta 50 persen wilayah laut untuk dijaga, dengan prinsip pemanfaatan yang bijaksana.
Gubernur juga menegaskan bahwa Papua Barat memiliki landasan hukum yang kuat melalui Otonomi Khusus, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 106 serta 23 Peraturan Daerah Khusus, di antaranya yang mengatur tentang hutan adat. Regulasi turunan saat ini telah memasuki tahap implementasi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur secara langsung mengundang Duta Besar Inggris untuk menghadiri konferensi internasional di Manokwari. Undangan itu disambut positif oleh Dubes Inggris yang mengapresiasi komitmen Papua Barat terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Di sela pertemuan, Dubes Inggris juga menanyakan prioritas Papua Barat, khususnya dalam menyelaraskan agenda Deklarasi Manokwari dengan kebijakan pemerintah pusat. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si, menjelaskan bahwa Papua Barat mendorong pendekatan pembangunan berbasis lanskap Ridge to Reef.
Pendekatan ini bertujuan agar agenda nasional seperti ketahanan pangan dan energi tetap sejalan dengan perlindungan keanekaragaman hayati dan penguatan hak masyarakat adat. Salah satu implementasinya adalah pengembangan Kampung Wisata Kwau sebagai proyek percontohan.
Dalam bidang riset, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menjalin kerja sama dengan Royal Botanic Gardens untuk pemetaan dan penetapan kawasan tumbuhan penting. Kerja sama ini menjadi dasar dalam penyusunan tata ruang daerah.
“Kawasan yang dilindungi tersebut memiliki kekayaan tumbuhan endemik serta flora dan fauna bernilai penting yang wajib dilestarikan, sekaligus menyimpan potensi untuk peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha-usaha berkelanjutan,” jelas Kepala BRIDA Papua Barat.
Dialog juga menyinggung peran British Petroleum (BP) di Papua Barat. Gubernur Dominggus Mandacan menjelaskan bahwa kehadiran BP telah melalui proses panjang dengan melibatkan masyarakat adat dan memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah. Ia secara khusus meminta dukungan Dubes Inggris terkait realisasi participating interest (PI) 10 persen yang diharapkan dapat dibayarkan pada triwulan pertama 2026.
Selain itu, Pemprov Papua Barat terus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah melalui pembentukan BUMD serta kerja sama penjualan gas dengan BP Tangguh guna memperkuat kemandirian fiskal dan membuka lapangan kerja.
“Kita harapkan lebih banyak berdayakan masyarakat lokal, memang sudah berjalan dan harus ditingkatkan lagi. Semacam pelatihan dan kursus supaya lebih terampil fungsikan peralatan dan semua aktivitas dan bisa kurangi tenaga kerja dari luar,” harap Gubernur.
Menutup pertemuan, Dubes Inggris menyampaikan tawaran program beasiswa ke Inggris bagi mahasiswa Papua, yang tahun ini mulai diikuti oleh pendaftar asal Papua.
“Pertama kali ada orang asli Papua yang mau belajar di inggris melalui aplikasi mahasiswa Papua untuk program beasiswa, diharapkan kami akan melihat mahasiswa di Papua Barat, untuk ke universitas-universitas di Inggris, belum tahu tetapi tahun ini pertama kali ada aplikasi dari Papua,” tutur Dominic Jermey.
Gubernur Dominggus Mandacan menyambut baik tawaran tersebut dan berharap dapat menyiapkan generasi muda Papua Barat agar mampu bersaing secara global dan kembali mengabdi di daerah.
“Nanti kita adakan pertemuan lebih lanjut dan bisa kita siapkan anak-anak mahasiswa melalui aplikasi untuk dapat memenuhi syarat untuk kuliah di Inggris. Kita juga perlu tahu berapa jumlah kuota yang diberikan dan persyaratan supaya bisa persiapan mereka, terutama di sekitar daerah penghasil. Ini penting ketika mereka punya anak sekolah disana pulang mengabdi sangat bangga, kalau gunakan biaya sendiri ke Inggris sangat mahal dan lewat program ini terimakasih dan kita punya tanggungjawab di daerah,” tandas Gubernur Papua Barat.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala BRIDA Papua Barat, Inspektur Papua Barat, Kepala Dinas Kominfo Statistik, Kepala Dinas PM dan PTSP, serta Kepala Badan Penghubung Daerah Papua Barat.
