Ekonomi Indonesia Akhir 2025 Tumbuh 5,39 Persen, Tertinggi Pasca Pandemi

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat membaca rilis resmi statistik tahun 2025/Foto Tangkapan Layar YouTube BPS Statistic

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara year-on-year (yoy). Capaian ini menjadi pertumbuhan ekonomi triwulan IV tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar Rp13.580,5 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12.920,5 triliun.

Sementara itu, berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB), perekonomian Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 4 2025 yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan 4 tertinggi pasca pandemi COVID-19,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konfrensi pers, Kamis (5/2/).

Amalia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV pada 2021 tercatat sebesar 5,03 persen, kemudian turun menjadi 5,01 persen pada 2022. Selanjutnya, ekonomi kembali tumbuh 5,04 persen pada 2023, sebelum kembali melemah menjadi 5,02 persen pada 2024.

Dari sisi lapangan usaha, sejumlah sektor memberikan kontribusi besar terhadap PDB nasional, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta pertambangan. Kelima sektor tersebut menyumbang 63,09 persen terhadap total PDB Indonesia.

Adapun sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan, yang didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta adanya stimulus berupa diskon tarif angkutan dan berbagai kebijakan ekonomi lainnya.

Selain itu, sektor informasi dan komunikasi juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 8,09 persen, seiring meningkatnya aktivitas pengguna internet dan lonjakan trafik data operator seluler.

Dari sisi sumber pertumbuhan, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 dengan sumbangan 1,10 persen.

“Pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh lapangan usaha perdagangan yang memberikan sumber pertumbuhan 0,79 persen, informasi dan komunikasi yang memberikan sumber pertumbuhan 0,55 persen, serta pertanian yang memberikan sumber pertumbuhan 0,51 persen,” pungkas Amalia.