Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan Agar Tetap Dapat Pahala

Amalan bulan ramadan bagi wanita yang sedang haid/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Amalan bulan ramadan bagi wanita yang sedang haid/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dinantikan oleh seluruh umat Islam, meskipun bagi wanita haid tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah puasa dan sholat.

Kendati demikian, wanita haid tetap memiliki banyak peluang untuk meraih pahala dan keberkahan di bulan Ramadan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu’ anha, ia berkata :

“Kami mengalami haid pada masa Rasulullah ﷺ, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha salat.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam hadis tersebut, Aisyah RA menunjukkan bahwa wanita haid memang mendapatkan keringanan atau rukhsah dari Allah. Namun hal ini bukanlah penghalang untuk meraih pahala.

Berikut ini beberapa amalan wanita haid di bulan Ramadan agar tetap mendapat pahala berlimpah.

1. Memperbanyak zikir dan doa

Saat sedang haid, meski tidak bisa berpuasa dan sholat, wanita haid sangat disarankan untuk tetap mengingat Allah dengan membaca tasbih, tahmid, serta takbir dan tahlil. Selain itu, wanita haid juga bisa membaca buku tafsir atau mendengarkan lantunan Al-Qur’an untuk mentadaburri maknanya.

2. Memperbanyak sedekah

Bersedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Terlebih apabila dilakukan di bulan Ramadan. Rasulullah SAW. bersabda, bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Selain itu, dengan berbagi kepada fakir miskin, pahala juga semakin mengalir di bulan suci ini.

3. Menyiapkan hidangan sahur dan berbuka untuk keluarga atau orang yang berpuasa

Meski tidak sedang berpuasa, wanita haid dapat tetap mendapat pahala setara dengan orang berpuasa apabila menyiapkan hidangan berbuka untuk keluarga atau orang-orang yang berpuasa. Begitupun juga dengan hidangan sahur.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis :

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” (HR. Imam Tirmidzi).

4. Memperbanyak istighfar, menghadiri majelis ilmu, dan memperbaiki niat dalam setiap aktivitas harian.

Wanita haid sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar saat bulan suci Ramadan. Menghadiri majelis ilmu atau pun mencari ilmu lewat media sosial, juga bisa dilakukan. Namun perlu diingat, penting untuk memperbaiki niat dalam setiap aktivitas harian, termasuk dalam bekerja. Begitu pun bagi wanita haid yang sudah menikah, aktivitas rumah tangga apabila diniatkan karena Allah, akan menjadi ladang pahala.

Dengan memahami bahwa haid merupakan ketetapan Allah dan bagian dari fitrah wanita, seorang muslimah tetap dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum peningkatan iman.

Perlu diingat, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang berlimpah.