Kepala BGN: MBG Dongkrak Penjualan Motor dan Mobil

Kepala BGN, Dadan Hindayana/Foto : Dok. Kementerian PU Kepala BGN, Dadan Hindayana/Foto : Dok. Kementerian PU

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, baru-baru ini mengklaim bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis), berperan besar dalam mendongkrak penjualan motor dan mobil di Indonesia.

Kontribusi tersebut, sebut Dadan, berasal dari pembelian kendaraan roda dua oleh sebagian pegawai SPPG, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Kamis (19/2).

“Berdasarkan data dari perusahaan kendaraan bermotor, angka penjualan motor di Indonesia mencapai 4,9 juta unit di tahun 2025 yang terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, sekitar 60 persen pekerja membeli motor. Satu SPPG mempekerjakan 50 orang, artinya sekitar 30 orang membeli motor,” jelas Dadan.

Bukan hanya sepeda motor, Dadan menyebut program MBG juga mendorong penjualan mobil di tanah air. Pasalnya, dapur umum membutuhkan armada untuk mengangkut makanan ke sekolah-sekolah tujuan, di mana 1 SPPG membutuhkan sekitar 2 unit mobil.

Dengan jumlah SPPG yang kini telah menyentuh 23.000 unit, kebutuhan kendaraan diperkirakan akan mencapai sekitar 46.000 unit mobil. Hal ini berpotensi besar berdampak pada peningkatan penjualan jenis kendaraan tertentu.

Di sisi lain, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, menyebut bahwa Gran Max menjadi salah satu tulang punggung penjualan Daihatsu di pasar domestik, yang berkontribusi sekitar 35 persen terhadap total penjualan ritel Daihatsu.

Selain itu, diikuti juga oleh model lain seperti Sigra, Gran Max Minibus, Terios, Ayla, hingga merk lainnya.

“Kalau dibilang terdampak, betul memang terdampak program MBG. Namun, terkait besarannya, kami belum dapat memastikan,” ungkapnya.

Hal senada turut disampaikan oleh Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono.

Kendati demikian, perusahaan tidak dapat mengidentifikasi secara spesifik terkait jumlah unit kendaraan yang digunakan untuk proyek MBG, dikarenakan pembelian dilakukan atas nama pribadi dan bukan institusi.