Jakarta, GPriority.co.id – Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Khoirudin, menegaskan hubungan antara legislatif dan eksekutif di Ibu Kota saat ini berjalan harmonis.
Ia menyebut, sejak dilantik sebagai pimpinan dewan pada tahun 2024 lalu, suasana kerja sama di internal maupun dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin solid.
Khoirudin pun membandingkan kondisi saat ini dengan periode sebelumnya.
“Dan hari ini yang paling terasa adalah harmonisasi. Kita legislatif dengan eksekutif, sangat harmoni. Di internal kita juga sangat harmoni,” ujar Khoirudin di Gedung DPRD DKI, Selasa (24/2).
Meski demikian, ia mengakui dinamika tetap terjadi dalam proses pembahasan kebijakan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam lembaga politik. Namun, dinamika tersebut tidak sampai menimbulkan perpecahan.
“Namun demikian ada dinamika, ya wajarlah. Manusia ada dinamika. Hidup ini dinamis. Ada perbedaan pendapat. Namun kan tidak berujung pada perpecahan. Beda pendapat karena beda sudut pandang argumen. Intinya sama. Melayani masyarakat. Jadi harmoni ini sangat terasa,” ucapnya.
Khoirudin juga menyinggung sejumlah polemik yang sempat mencuat pada periode sebelumnya, mulai dari perdebatan soal formula kebijakan, pembangunan stadion, hingga program sumur resapan. Ia turut menyinggung persoalan anggaran yang kala itu menjadi sorotan, termasuk revisi RPJMD yang tidak disetujui serta keterlambatan pengesahan anggaran perubahan.
Menurutnya, kondisi tersebut sempat berdampak pada pelayanan publik. Bahkan, rumah sakit disebut tidak dapat melakukan belanja kebutuhan obat dan makanan pasien karena anggaran melewati batas waktu pengesahan.
“Hari ini tidak. Hari ini tidak ada ribut-ribut,” ucap dia.
Khoirudin juga mengungkapkan komitmennya untuk membangun kolaborasi sejak awal proses transisi pemerintahan. Ia menceritakan momen ketika diundang oleh KPU bersama calon gubernur dan wakil gubernur saat itu, yakni Pramono Anung dan Rano Karno, sebelum keduanya resmi dilantik.
Dalam sambutannya kala itu, Khoirudin menyampaikan pesan simbolis sebagai tanda kesiapan untuk bekerja sama.
“Saya ketika sambutan, saya kirimkan pesan sinyal baik buat Pak calon gubernur yang belum dilantik. Saya bilang, beli gas di Pantai Sanur. Jangan lupa beli terasi. Selamat bertugas Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Saya siap berkolaborasi. Jadi pesan itu, saya wujudkan hari ini, kita kolaborasi. Buat warga Jakarta. Gak mandang partai,” pungkasnya.
Sebagai informasi, periode 2014-2019 dan 2019-2024 DPRD DKI Jakarta dipimpinan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di bawah kepemimpinan Prasetyo Edi Marsudi.
