Ahli Ungkap Cara Sederhana Cegah Lonjakan Gula Darah

Pasien diabetes sedang memeriksa kadar gula darah/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Urutan makanan yang dikonsumsi saat makan ternyata dapat memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Para ahli menyarankan memulai makan dengan sayuran sebelum mengonsumsi protein dan karbohidrat agar lonjakan gula darah setelah makan dapat lebih terkontrol.

Kebiasaan sederhana seperti mengatur urutan makanan di piring makan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan metabolik. Cara ini dinilai mampu membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan.

Sayuran yang masuk lebih dulu dalam urutan makanan disebut menciptakan lapisan serat pada sistem pencernaan yang memengaruhi kadar gula darah setelah makan.

Masyarakat dianjurkan memulai makan dengan sayuran non-tepung (non-starchy) untuk menjaga kesehatan.

“Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang dimakan saat makan dapat memengaruhi kadar gula darah pasca makan,” kata ahli sains nutrisi (MS) sekaligus koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center Grace Phelan dilansir dari EatingWell, Minggu.

Brokoli panggang atau selada dapat menjadi pilihan menu pembuka yang tepat. Sayuran mengandung banyak serat untuk memperlambat pencernaan karbohidrat.

“Memakannya lebih awal saat makan dapat membantu memoderasi gula darah dengan menciptakan peningkatan glukosa yang lebih lambat dan bertahap,” imbuh Phelan.

Setelah sayuran, menu berikutnya yang dianjurkan adalah sumber protein dan lemak. Beberapa contoh makanan dalam kategori ini antara lain ayam panggang, ikan, telur, atau tahu.

Protein dan lemak diketahui dapat memperlambat proses pengosongan lambung secara alami. Kondisi tersebut membuat glukosa dari karbohidrat masuk ke dalam aliran darah secara bertahap.

“Hal ini, pada gilirannya, dapat menumpulkan lonjakan gula darah,” kata ahli diet terdaftar (RD) dari Health For Life Medical Centre Avery Zenker dalam laporan yang sama.

Selain itu, protein juga berperan dalam merangsang hormon usus GLP-1 yang membantu tubuh meningkatkan produksi insulin secara lebih efisien. Hormon ini juga diketahui berfungsi menekan nafsu makan.

“Strategi ini mungkin juga bermanfaat untuk kondisi kesehatan lain yang terkait dengan resistensi insulin,” tambah Zenker.

Sementara itu, makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi atau kentang dianjurkan dikonsumsi terakhir. Serat dan protein yang sudah lebih dulu masuk ke sistem pencernaan akan bertindak sebagai penyangga atau buffer sehingga lonjakan gula darah dapat ditekan.

Mengatur urutan makan dengan cara sederhana ini dinilai dapat menjadi salah satu langkah praktis untuk menjaga kesehatan metabolisme dan membantu mengontrol gula darah dalam kehidupan sehari-hari.