Aceh, GPriority.co.id – Progress Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh hingga pertengahan Maret 2026, dilaporkan mengalami kemajuan yang signifikan.
Pemerintah sendiri menargetkan untuk penyelesaian pembangunan seluruhnya diperkirakan pada pekan kedua Maret 2026.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi melalui Juru Bicara Pemerintahan setempat, Muhammad Farij menyebut jika pemerintah dan seluruh pihak-pihak terkait saat ini terus memacu proses pembangunannya.
Sebab, pemerintah telah menargetkan dan berupaya memastikan agar seluruh pengungsi dapat menempati hunian yang layak sebelum hari raya Idul Fitri 2026.
Berdasarkan data terbaru per 9 Maret 2026, Farij mengungkap total keseluruhan unit Huntara yang telah rampung dikerjakan ada sebanyak 1.771 unit.
“Untuk jumlah yang sudah ditempati para korban terdampak sekitar 885 unit. Disana, mereka juga mendapatkan fasilitas pendukung seperti sarana air bersih, sanitasi, furnitur dasar, bahkan akses Wi-Fi gratis di beberapa lokasi,” kata Juru Bicara pemerintah Aceh Tamiang, Muhammad Farij, Selasa, (10/3/2026).
Sementara itu, saat ini ada sebanyak 2.418 unit Huntara yang sedang dikebut pengerjaan pembangunannya oleh BNPB dan instansi terkait, dari total keseluruhan kebutuhan penyintas banjir yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, sekitar 4.189 unit.
“Jadi saat ini kita fokuskan untuk upaya percepatan penyelesaian sisa 2.418 unit dulu,” ujarnya.
Selain Huntara, Farij mengatakan jika pemerintah saat ini juga tengah mengejar progres untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir di beberapa titik di wilayah itu.
“Per akhir Februari 2026, di salah satu kecamatan bahkan dilaporkan sekarang ini sudah mulai berjalan. Dan progres-nya kurang lebih sudah sekitar 80 persen untuk kegiatan penyiapan atau pemerataan lahan. Sementara untuk pembangunan fisiknya sudah sekitar 45 persen,” katanya.
Meskipun begitu, pemerintah melalui Kementerian PU dan BNPB hingga pemerintah daerah terus melakukan percepatan pembangunan Huntara dan Huntap lainnya di Aceh Tamiang yang belum selesai. Bahkan, untuk menekan target pembangunan pemerintah membuat sistem kerja pagi, siang, dan malam.
“Tujuannya agar secepatnya masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan tidak lagi tinggal di posko pengungsian,” ujarnya.
Lebih jauh, Farij mengatakan bahwa percepatan pembangunan huntara dilakukan melalui kolaborasi intensif antara pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan.
BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta mitra kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, MER-C, Relief Box, Dedikasi Foundation, dan Global Peace Chain Indonesia terus mempercepat proses pembangunan hunian tersebut.
“Jadi pembangunan huntara saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan diproyeksikan bisa rampung sepenuhnya pada pekan kedua Maret 2026,” ujarnya.
Editor: Dimas A Putra
