Jakarta, GPriority.co.id – Hubungan sosial biasanya dianggap sebagai sumber dukungan emosional dan kebahagiaan. Namun penelitian terbaru yang dilaporkan oleh NY Post menunjukkan bahwa tidak semua hubungan membawa dampak positif. Bahkan, hubungan yang penuh stres atau konflik (hubungan toxic), justru dapat mempercepat proses penuaan biologis seseorang.
Penelitian ini mengungkap bahwa berinteraksi dengan orang yang sering menimbulkan masalah atau tekanan (sering disebut sebagai “hasslers”), dapat membuat tubuh menua lebih cepat dibanding usia sebenarnya.
Dalam penelitian tersebut, istilah hasslers digunakan untuk menggambarkan orang-orang di lingkungan sosial yang sering memicu stres, konflik, atau emosi negatif. Mereka bisa berasal dari lingkaran terdekat seperti keluarga, teman, atau rekan kerja.
Contoh hubungan yang termasuk kategori ini antara lain :
– Teman yang sering memicu drama atau konflik
– Anggota keluarga yang selalu menuntut atau mengkritik
– Rekan kerja yang membuat tekanan emosional berlebihan
– Orang terdekat yang terus menimbulkan masalah
Hubungan seperti ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga kesehatan fisik.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari universitas di Amerika Serikat tersebut menganalisis lebih dari 2.000 partisipan dari berbagai usia. Para peneliti memeriksa hubungan sosial peserta serta melakukan analisis DNA dari sampel air liur untuk mengukur usia biologis mereka.
Hasilnya menunjukkan bahwa setiap orang yang sering menyebabkan stres dalam kehidupan seseorang dapat meningkatkan kecepatan penuaan biologis sekitar 1,5%. Artinya, tubuh seseorang dapat menua 1,015 tahun secara biologis untuk setiap satu tahun kalender. Dalam jangka panjang, efek ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Lebih lanjut para ahli menjelaskan bahwa hubungan toxic dapat memicu stres kronis. Stres ini memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, termasuk sistem imun, sistem kardiovaskular, hingga sistem hormonal.
Stres kronis juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan mempercepat kerusakan sel, yang berkontribusi pada penuaan biologis lebih cepat.
Selain itu, konflik dalam hubungan juga dapat mengganggu fungsi tubuh seperti sistem endokrin dan imun, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa beberapa kelompok lebih rentan terhadap efek hubungan negatif, seperti kaum perempuan, orang dengan kondisi kesehatan yang kurang baik, hingga individu yang memiliki pengalaman masa kecil yang sulit. Kelompok-kelompok ini cenderung lebih mudah mengalami stres berkepanjangan akibat hubungan sosial yang bermasalah.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak hubungan toxic, antara lain :
1. Menentukan batasan yang jelas dapat membantu melindungi kesehatan mental dan emosional.
2. Bangun hubungan yang sehat dengan teman atau keluarga, karena dapat memberikan efek perlindungan bagi kesehatan.
3. Meditasi, olahraga, atau konseling dapat membantu mengurangi dampak stres kronis.
Meski hubungan negatif berbahaya, isolasi sosial juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga koneksi sosial yang sehat.
