Dokter Spesialis Bongkar 5 Makanan yang Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker

Dr. Andre Goy, kepala dokter onkologi di John Theurer Cancer Center, Hackensack Meridian Health New Jersey/Foto : Dok. YouTube Hackensack Meridian Health Dr. Andre Goy, kepala dokter onkologi di John Theurer Cancer Center, Hackensack Meridian Health New Jersey/Foto : Dok. YouTube Hackensack Meridian Health

Jakarta, GPriority.co.id – Penyakit kanker hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan utama di berbagai belahan dunia.

Beberapa waktu lalu, publik juga dihebohkan dengan berita meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano akibat penyakit kanker ginjal yang dideritanya.

Dilansir dari laporan NY Post, Dr. Andre Goy, kepala dokter onkologi di John Theurer Cancer Center, Hackensack Meridian Health New Jersey, menyebut bahwa pencegahan kanker memiliki hubungan erat dengan makanan sehat.

“Pola makan yang didominasi buah dan sayuran yang kaya serat, adalah pilihan yang baik,” ungkapnya saat diwawancarai Fox News Digital.

Goy pun merekomendasikan untuk fokus pada 5 makanan utama untuk menurunkan risiko kanker. Berikut ini daftarnya.

1. Buah beri

Goy menyebut, empat jenis beri yang paling populer antara lain blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry, semuanya memiliki khasiat mencegah kanker. Buah beri kaya akan antosianin, pigmen dengan aktivitas antioksidan yang kuat.

“Penelitian menunjukkan bahwa fitokimia beri dapat mengurangi kerusakan DNA, menurunkan peradangan kronis, dan mendukung jalur perbaikan sel,” sebutnya.

2. Tomat

Tomat bisa dimakan mentah atau direbus dengan menggunakan garam. Buah ini disebut kaya akan nutrisi yang merupakan sumber utama likopen atau antioksidan karotenoid yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Menarikyan, tomat yang dimasak pun juga memiliki manfaat yang sama dengan tomat mentah.

3. Biji-bijian utuh

Baik itu oat, beras merah, quinoa, atau roti panggang gandum utuh, biji-bijian ini menyediakan serat makanan, yang meningkatkan kesehatan mikrobioma usus, mengurangi risiko kanker kolorektal, dan mendukung pengaturan metabolisme dan berat badan.

“Serat adalah salah satu faktor diet yang paling konsisten didukung dalam pencegahan kanker,” tambahnya.

4. Sayuran silangan

Sayuran silangan yang paling umum diantaranya brokoli, kembang kol, kubis Brussel, kubis, kale, dan arugula. Sayuran silangan juga mencakup lobak, sawi putih, bok choy, dan collard greens, yang menawarkan banyak pilihan bagi konsumen yang peduli kesehatan.

Saat dicincang atau dimasak sebentar, glukosinolat berubah menjadi senyawa aktif secara biologis seperti sulforafan.

“Penelitian laboratorium dan translasional menunjukkan bahwa sulforafan dapat membantu mendetoksifikasi karsinogen, mengurangi stres oksidatif, dan mendukung mekanisme perlindungan DNA,” kata Goy.

5. Allium

Bawang putih dan bawang merah ternyata juga memiliki khasiat pencegah kanker. Bawang putih dan bawang merah melepaskan senyawa organosulfur ketika dihancurkan atau dicincang.

“Data eksperimental menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, mendukung jalur detoksifikasi, dan dikaitkan dengan tingkat kanker pencernaan yang lebih rendah,” katanya.

Kendati demikian, Goy menambahkan, penting juga untuk mengonsumsi makanan sehat bersamaan dengan tidur yang cukup, aktivitas fisik, hingga pemeriksaan kesehatan. Minimalkan atau hindari sama sekali mengonsumsi alkohol hingga rokok, agar pencegahan kanker benar-benar maksimal.