Pemerintah Pastikan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil, Bahlil: Stok Aman

Ilustrasi liquefied petroleum gas (LPG) 3kg/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg atau LPG bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Ia juga menegaskan bahwa stok LPG bersubsidi saat ini masih terjaga, bahkan berada di atas standar minimum nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil menyusul kenaikan harga LPG nonsubsidi, seperti LPG 5,5 kg dan LPG 12 kg, pada Senin (20/4).

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujar Bahlil, dikutip dari Antara, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, seperti halnya Pertalite dan Biosolar, pemerintah juga menahan harga LPG 3 kg agar tetap stabil di masyarakat.

Menurut Bahlil, sejak program LPG 3 kg diluncurkan pada 2007, pemerintah belum pernah menaikkan harga LPG bersubsidi tersebut.

“Yang ada, (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” ucap Bahlil.

Meski demikian, pada Februari 2025, pemerintah sempat mencoba menata distribusi LPG 3 kg dengan menghapus pengecer. Namun, kebijakan itu justru memicu antrean panjang di masyarakat.

Sebagai solusi, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk mendaftar sebagai subpangkalan, guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi LPG 3 kg lebih tepat sasaran.