Jakarta, GPriority.co.id – Beredar kabar bahwa Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, ditampar oleh Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.
Kabar tersebut pertama kali diunggah di platform Threads oleh akun @retailman69. Pemilik akun itu mengklaim mendengar cerita penamparan Teddy dari sosok “ring 1” atau orang dekat Istana yang disebut menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Menanggapi hal itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud Hendropriyono, membantah kabar tersebut.
“Itu informasi enggak benar,” kata Hendropriyono dikutip dari akun instagramnya @amhendropriyono, Jumat (24/4).
Menurut dia, di era digital saat ini masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi, termasuk kabar yang menyebut Panglima Kopassus menampar Teddy yang beredar di media sosial.
“Kita lagi zaman begini mesti ngerti dong, itu kan hoax. Itu gak benar. Enggak pernah ada kejadian seperti itu, enggak pernah,” tegasnya.
Hendropriyono juga menilai, dalam lingkungan profesional dan penuh kehormatan, tindakan seperti penamparan tidak mungkin terjadi.
“Saya kira kita semua paham ya, bahwa dalam lingkungan yang profesional dan penuh kehormatan tidak mungkin terjadi tindakan seperti itu. Enggak benar,” pungkasnya.
Sebelumnya, narasi yang beredar di media sosial menyebut pihak protokoler Istana yang menjadi korban kekerasan adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dugaan itu muncul karena dalam cerita tersebut digunakan nama “Bunted”, yang diyakini publik sebagai julukan Teddy.
Dalam narasi yang beredar, insiden disebut bermula saat Djon Afriandi dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto selama 30 menit di Istana Kepresidenan. Namun, ia diminta menunggu di ruang tunggu selama sekitar 20 menit oleh sosok yang disebut “Bunted”.
Cerita itu kemudian menyebut, setelah pertemuan dengan Presiden selesai, Djon mencari “Bunted” dan diduga menamparnya sambil melontarkan kata-kata keras. Namun, seluruh narasi tersebut telah dibantah dan dipastikan tidak benar.
