Ipswich Town, Gpriority.co.id – Ipswich Town, klub kasta kedua Liga Inggris promosi ke EPL (Liga Utama Inggris) setalah menutup kemenangan 3-0 atas Queens Park Rangers. Lantas bagaimana nasib Elkan Baggot, pemain Timnas Indonesia yang bermain untuk klub berjuluk ‘The Tractor Boys’ tersebut?
Ipswich mengunci tiket otomatis dengan kemenangan 3-0 atas Queens Park Rangers pada laga penutup di Portman Road (2 Mei 2026), gol dari George Hirst (menit 3), Jaden Philogene (9), dan Kasey McAteer (85). Musim ini menandai promosi beruntun kedua di bawah Kieran McKenna, setelah naik dari League One tahun sebelumnya— dimana prestasi pertama sejak 1961.
Ipswich finish di posisi kedua dengan 84 poin dari 46 laga, di bawah Coventry City (juara). Catatan: 24 menang, 12 seri, 10 kalah (GD +28).
Bek Timnas Indonesia (nomor punggung 25) sendiri punya peran minim di Championship—masuk skuad utama tapi belum debut kompetitif, hanya bermain di EFL Cup/EFL Trophy (8 caps total). Namun ia dipanggil dari pinjaman Blackpool dan ikut merayakan promosi.
Dengan kontrak hingga 2028, Baggott berpotensi jadi bek tengah cadangan untuk tim promosi yang butuh kedalaman skuad. McKenna menjanjikan menit bermain, tapi pola pinjaman kemungkinan berlanjut jika persaingan ketat, meski peluang debut EPL sebagai pemain Indonesia pertama tetap terbuka.
Kabar menyedihkan justru datang dari klub milik Erick Thohir, Oxford United. Oxford United terdegradasi dari EFL Championship (kasta kedua Liga Inggris) ke League One (kasta ketiga) untuk musim 2026/27 setelah musim 2025/26 yang buruk.
“The U’s” finis di posisi 22 (zona degradasi) dengan 44-47 poin dari 46 laga, tertinggal jauh dari zona aman meski sempat menang 4-1 atas Sheffield Wednesday di laga akhir. Mereka gagal bertahan setelah promosi via play-off 2023/24, kalah krusial dari Wrexham (0-1) dan Portsmouth, dengan peluang bertahan tipis sejak April 2026.
Walau demikian Oxford optimistis bangkit cepat di League One seperti sebelumnya. Penyerang Timnas Indonesia yang bermain untuk Oxford, Ole Romeny menunjukkan performa kurang meyakinkan di EFL Championship 2025/26 bersama Oxford United, dengan kontribusi minimal sepanjang musim yang berujung degradasi tim.
Pemain berusia 25 tahun ini hanya tampil di 7-14 laga (total ~196-356 menit), mayoritas sebagai pengganti, tanpa mencetak gol atau assist. Ia melepaskan 5-8 tembakan (akurasi 40%, 2 on target), tapi gagal konversi, dengan rata-rata 0 gol per 90 menit. Dua kartu kuning diterima, tanpa kartu merah.
Foto : Istimewa
