Yogyakarta, GPriority.co.id – Sultan HB X memberi sinyal tidak akan menyelesaikan masa jabatan sebagai Gubernur DIY hingga 2027. Isyarat itu disampaikan di sela pembahasan mengenai Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), sebuah konsep pendidikan berbasis nilai budaya Yogyakarta yang kini tengah didorong Pemerintah Daerah DIY, belum lama ini.
Pernyataan Sultan HB X menjadi perhatian publik karena disampaikan langsung dalam forum resmi yang membahas arah pembangunan pendidikan dan kebudayaan di DIY.
Dilansir dari Radar Jogja, Sultan HB X menyinggung faktor usia serta pentingnya regenerasi kepemimpinan.
“Harus kita selesaikan karena semakin tua, harapan saya hal-hal seperti itu sebelum saya mengundurkan diri, sudah selesai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengaku ingin fokus menuntaskan sejumlah program strategis, terutama implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan, sebelum nantinya tidak lagi menjabat sebagai gubernur.
Meski tidak menyatakan secara eksplisit tanggal pengunduran diri, pernyataannya dipahami sebagai sinyal kuat bahwa ia kemungkinan tidak akan melanjutkan kepemimpinan hingga akhir periode.
Di samping itu, Sultan HB X juga menekankan bahwa pembangunan Yogyakarta tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi harus dibarengi penguatan karakter masyarakat melalui pendidikan berbasis budaya lokal.
Menurutnya, nilai-nilai keistimewaan DIY perlu diwariskan kepada generasi muda agar identitas Yogyakarta tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Sebagai informasi, Pendidikan Khas Kejogjaan sendiri merupakan konsep pendidikan yang mengintegrasikan nilai budaya, filosofi hidup, dan karakter masyarakat Yogyakarta ke dalam proses pembelajaran.
Program ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian siswa berdasarkan nilai unggah-ungguh, gotong royong, tata krama, kepemimpinan, serta semangat “hamemayu hayuning bawana” atau menjaga harmoni kehidupan.
Dalam implementasinya, PKJ diarahkan masuk ke berbagai jenjang pendidikan di DIY melalui kurikulum muatan lokal, kegiatan budaya, hingga penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Pemerintah DIY menilai konsep ini penting untuk menjaga identitas budaya Yogyakarta sekaligus menjadi pembeda sistem pendidikan daerah dengan wilayah lain di Indonesia.
Pernyataan Sultan HB X mengenai kemungkinan mundur sebelum 2027 pun memunculkan berbagai respons publik. Sebagian masyarakat menilai langkah tersebut sebagai bentuk kesiapan regenerasi kepemimpinan, sementara lainnya berharap Sultan tetap mengawal keberlanjutan program Pendidikan Khas Kejogjaan hingga benar-benar berjalan optimal di seluruh wilayah DIY.
