Bukan Sekadar Motif! Penggiat Budaya Ungkap Makna Batik yang Sebenarnya

Motivator sekaligus penggiat pelestarian budaya, Indra Tjahjani dalam Kelas Literasi Budaya Nusantara, di Perpustakaan Nasional, Selasa (12/5)/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Batik merupakan identitas bangsa Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara. Ragam corak dari berbagai daerah di Indonesia membuat batik memiliki makna dan filosofi tersendiri bagi masyarakat.

Lantas, apa definisi sebenarnya dari batik?

Motivator sekaligus penggiat pelestarian budaya, Indra Tjahjani, menjelaskan bahwa batik adalah metode mewarnai kain yang dahulu berkembang di Jawa, dengan cara menutup bagian kain yang tidak ingin diwarnai menggunakan malam panas, lalu mencelupkannya ke dalam zat pewarna.

Menurut Indra, apabila ada kain bermotif batik namun proses pembuatannya tidak menggunakan malam panas, maka kain tersebut bukanlah batik, melainkan hanya kain bermotif batik.

“Jika prosesnya tidak memakai malam panas, bukan batik,” kata Indra dalam Kelas Literasi Budaya Nusantara, di Perpustakaan Nasional, Selasa (12/5).

Ia juga menegaskan bahwa sablon kain bukanlah batik, karena proses pembuatannya tidak melibatkan penggunaan malam panas maupun sentuhan rasa dari pembuatnya.

“Sablon kain bukan batik. Kenapa? Kalau tadi yang cap dan tulis melibatkan rasa yang membuatnya. Kalau sablon tidak pakai emosi. Kalau kita ke toko kain, mereka selalu mengatakan batik murah dengan digulung, tapi itu tidak mungkin batik. Apalagi sepanjang 91 meter. Tidak mungkin batik mengerjakan canting sepanjang itu,” jelasnya.

Atas dasar itu, Indra mendefinisikan batik sebagai karya yang unik, karena merupakan perpaduan antara sejarah, budaya, seni, dan budaya hidup masyarakat Indonesia.

“Menurut pendapat saya, batik adalah karya yang unik. Jadi gabungan dari sejarah, budaya, seni dan budaya hidup,” ucap dia.

Batik juga dikenal kaya akan simbol dan makna. Dalam masyarakat Indonesia, batik kerap menunjukkan status sosial, serta menjadi bagian dari daur hidup manusia sejak lahir hingga wafat.

Selain itu, batik memiliki hubungan erat dengan tradisi dan kearifan lokal di berbagai daerah. Karena itu, batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan dipertahankan.

Indra menambahkan, UNESCO telah mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda dunia pada tahun 2009.