Prabowo ke Menteri dan Jenderal: Jangan Lihat yang Lebih Kaya, Lihat Rakyat Paling Susah

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara penyelamatan dana negara oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5). Foto: Tangkapan Layar Youtube/sekertariatpresiden Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara penyelamatan dana negara oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5). Foto: Tangkapan Layar Youtube/sekertariatpresiden

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para menteri, pejabat, dan jenderal agar tetap memiliki rasa syukur dengan membandingkan kondisi mereka terhadap masyarakat paling miskin di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyelamatan dana negara oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui penghasilan pejabat negara memang relatif kecil jika dibandingkan standar pendapatan tertentu. Namun, ia meminta para pejabat melihat kondisi rakyat kecil yang hidup jauh lebih sulit.

“Saya paham, saya mengerti. Jenderal-jenderal, pejabat-pejabat, menteri-menteri, saya tahu gaji kalian kecil relatif. Tapi, dibandingkan rakyat yang paling miskin? Saudara…Jadi, jangan lihat ke atas, lihat mereka yang lebih susah dari kalian,” kata Prabowo.

Disamping itu, Prabowo juga menyinggung pertemuannya dengan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia terkait respons negara lain terhadap kebijakan pemerintah Indonesia, khususnya soal kenaikan gaji hakim.

Menurut Prabowo, Ketua MA menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia mendapat perhatian dari kalangan yudikatif negara ASEAN.

“Beliau sampaikan ke saya, beliau habis rapat Ketua-ketua Mahkamah Agung se-ASEAN. Kemudian, Ketua Mahkamah Agung Malaysia sampaikan ke Ketua Mahkamah Agung Indonesia. Disampaikan, ‘Yang Mulia, saya salut sama Indonesia,’ dia bilang. ‘Pertama kali gaji hakim Indonesia di atas gaji hakim Malaysia’. Dan gaji hakim paling junior Indonesia, ceritanya ya, yang paling junior, sudah hampir dua kali gaji hakim paling junior Malaysia,” kata Prabowo, menceritakan.

Presiden menyebut kenaikan kesejahteraan hakim menjadi salah satu langkah prioritas pada awal pemerintahannya.

Meski tidak sepenuhnya sesuai target awal, Prabowo menilai kebijakan tersebut merupakan lompatan besar bagi sistem peradilan Indonesia.

“Karena pemerintah yang saya pimpin, salah satu langkah kita pertama adalah menaikkan gaji-gaji hakim kita hampir 300 persen. Saya maunya 300 persen, tapi Menteri Keuangan hanya setuju 280 persen. Okelah. Tapi kita sudah lompat,” ucap Prabowo.