DIKLATDA HIPMI Jaya 2026: Pengusaha Muda Jakarta Diminta Adaptif Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Muhammad Riandy Haroen dalam acara DIKLAKDA HIPMI Jaya 2026/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya menggelar DIKLATDA 2026 bertema Peran Pengusaha Muda Jakarta dalam Transisi Ekonomi Global di Jakarta Selatan, Kamis (21/5).

Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Muhammad Riandy Haroen, mengatakan para pengusaha muda perlu mencermati kondisi global yang tengah diliputi ketidakpastian, sejalan dengan tema DIKLATDA tahun ini.

Menurutnya, konflik yang terjadi di berbagai negara hingga kini belum menemukan titik terang. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

“Jalur perdagangan pun terganggu, mengakibatkan tentunya biaya energi dan logistik mengalami peningkatan. Dan tentu dampaknya akan terasa, terutama bagi Jakarta. Karena Jakarta itu kan merupakan pusat daripada episentrum perekonomian di Indonesia, yang telah menyumbangkan kurang lebih 16% terhadap PDB Nasional,” kata Riandy dalam pidatonya, pada pembukaan acara.

Karena itu, ia berharap para pengusaha muda di Jakarta mampu melihat peluang agar tetap bisa bertumbuh di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Saya harap para pengusaha musa di Jakartau harus pandai-pandai juga. Ekonomi memang tumbuh 5,21% di DKI, tetapi kan cost-nya juga naik, margin kita terkikis, dan persaingan pun semakin kompetitif. Di HIPMI ini tentunya harapan saya, pandai-pandailah melihat peluang dan pandai-pandailah memanfaatkan infrastruktur,” jelasnya.

Riandy juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk memanfaatkan keberadaan representasi HIPMI Jaya di legislatif sebagai mitra strategis pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif.

Ia pun meminta para kader HIPMI Jaya terus dibina dan diberikan ruang untuk berkreasi. Menurutnya, para pengusaha muda memiliki kompetensi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta di tengah tantangan global saat ini.