Jakarta, GPriority.co.id – Otoritas Iran menggelar acara pernikahan massal di ibu kota Teheran bagi pasangan muda yang mendaftarkan diri dalam program resmi pengorbanan diri untuk perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Upacara yang berlangsung pada Senin (18/5) malam itu diikuti ratusan pasangan dan digelar di sejumlah alun-alun utama Teheran. Salah satu lokasi utama acara berada di alun-alun Imam Hossein yang dihadiri lebih dari 100 pasangan pengantin.
Acara tersebut disiarkan langsung melalui televisi pemerintah Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan moral masyarakat di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer baru terhadap Iran di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh.
Para peserta diketahui telah mendaftarkan diri dalam program Janfada atau “pengorbanan diri” dalam bahasa Persia. Program itu disebut menjadi bentuk kesiapan warga untuk mempertaruhkan nyawa mereka apabila perang pecah.
Mengutip AFP, para peserta disebut siap terlibat dalam berbagai aksi dukungan perang, termasuk membentuk rantai manusia di sekitar fasilitas penting seperti stasiun pembangkit listrik.
Pemerintah Iran bahkan mengeklaim jutaan warga telah mendaftarkan diri dalam program tersebut, termasuk sejumlah pejabat tinggi negara seperti Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Masoud Pezeshkian.
Momen pernikahan massal ini juga menjadi sorotan karena para pengantin datang menggunakan jip militer yang dilengkapi senapan mesin sebelum menjalani prosesi akad di atas panggung yang dipimpin seorang ulama.
Berdasarkan foto-foto yang dirilis AFP, panggung acara dihiasi balon serta gambar besar Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang hingga kini belum pernah tampil di depan publik sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang disebut tewas pada hari pertama perang.
“Tentu saja negara ini sedang berperang, tetapi anak muda juga punya hak untuk menikah,” kata seorang wanita muda bergaun pengantin Islami warna putih yang tidak disebutkan namanya dalam video yang diterbitkan kantor berita Mehr.
Sementara itu, seorang pria yang hadir bersama calon istrinya mengaku bahagia karena pernikahan mereka berlangsung bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan Imam Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah.
“Kami menerima berkah mereka. Terlebih lagi, kami datang untuk memberikan harapan terbaik kami kepada orang-orang di jalanan,” kata dia.
