Sumatera, GPriority.co.id – Pemadaman listrik massal atau blackout melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5) malam.
Gangguan ini berdampak pada provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Riau, Sumatera Barat (Sumbar), hingga sebagian Aceh dan membuat aktivitas masyarakat terganggu selama berjam-jam.
PT PLN (Persero) memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan secara bertahap setelah gangguan transmisi tegangan tinggi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem.
Gangguan tersebut menyebabkan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatera terganggu secara bersamaan.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengatakan hingga Sabtu pagi sistem kelistrikan di wilayah Sumbar mulai kembali pulih.
Ia menyebut seluruh gardu induk di provinsi tersebut sudah berhasil dinyalakan kembali.
“Sampai dengan pukul 05.00 WIB, 60 persen sistem sudah pulih dan kita masih terus mengupayakan agar bisa normal menyala hingga 100 persen,” kata Ajrun Karim, Sabtu (23/5) dikutip dari laporan ANTARA.
Meski demikian, proses pemulihan belum sepenuhnya selesai. Dari total 394 penyulang (feeder), masih terdapat 175 penyulang yang mengalami pemadaman.
PLN memastikan upaya normalisasi terus dilakukan agar seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik secara penuh.
Sementara itu, PLN UID Aceh juga menyampaikan kondisi kelistrikan di wilayah Aceh mulai berangsur normal.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan sebanyak 17 dari total 21 gardu induk terdampak telah berhasil dipulihkan hingga Sabtu pukul 05.00 WIB.
Untuk mempercepat penanganan gangguan, PLN mengerahkan ratusan personel teknis yang bekerja tanpa henti sejak malam kejadian.
Fokus utama saat ini adalah memastikan jaringan transmisi dan distribusi kembali stabil agar listrik dapat menyala normal di seluruh wilayah terdampak.
Pemadaman massal ini sempat menjadi perhatian luas di media sosial. Banyak warga mengeluhkan padamnya listrik yang mengganggu komunikasi, layanan internet, hingga aktivitas ekonomi malam hari.
Sejumlah daerah juga dilaporkan mengalami gangguan sinyal telekomunikasi akibat suplai listrik terputus.
PLN menyebut cuaca ekstrem menjadi faktor utama gangguan sistem transmisi di Sumatera. Perusahaan listrik negara itu juga meminta masyarakat tetap tenang sambil menunggu proses penormalan selesai sepenuhnya.
Hingga Sabtu pagi, proses recovery sistem kelistrikan di wilayah Sumatera masih terus berlangsung secara bertahap untuk memastikan seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal.
