Macron: Pembukaan Selat Hormuz Jadi Agenda Utama KTT G7

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Foto : Dok. AFP Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Foto : Dok. AFP

Prancis, GPriority.co.id – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa para pemimpin negara-negara anggota G7 akan membahas pembukaan kembali Selat Hormuz dalam jangka panjang pada KTT G7 2026 yang berlangsung di Évian-les-Bains, Prancis, pada 15-17 Juni 2026.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas perdagangan global dan pasokan energi dunia setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia melewati jalur sempit tersebut sebelum didistribusikan ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan wilayah lainnya.

Gangguan terhadap lalu lintas di Selat Hormuz selama beberapa bulan terakhir telah memicu kekhawatiran pasar global terkait lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional.

Dalam pernyataannya melalui media sosial, Macron menegaskan bahwa pembahasan di forum G7 tidak hanya berfokus pada implementasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran, tetapi juga pada stabilitas kawasan secara menyeluruh.

“Tujuannya adalah melihat konsekuensi dari perjanjian ini, dukungan bagi Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz secara berkelanjutan, dan tentu saja penyelesaian kesepakatan mengenai aktivitas nuklir dan balistik Iran,” kata Macron.

Macron juga menyambut baik tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh sejumlah negara mitra. Menurutnya, implementasi yang cepat dan menyeluruh dari kesepakatan tersebut menjadi syarat utama untuk memulihkan keamanan kawasan dan mengembalikan aktivitas pelayaran internasional secara normal.

“Saya menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, hasil dari upaya diplomatik yang melibatkan sejumlah mitra. Saya menyerukan implementasi yang cepat dan penuh oleh seluruh pihak yang terlibat konflik,” ujar Macron dalam pernyataan terpisah.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat.

Kesepakatan damai AS-Iran sendiri disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, serta masa gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka jalan bagi negosiasi lanjutan terkait program nuklir, sanksi ekonomi, dan stabilitas kawasan.

Pengumuman tersebut langsung disambut positif oleh pasar global dengan turunnya harga minyak dan menguatnya sejumlah indeks saham internasional.

Selain isu Timur Tengah, KTT G7 tahun ini juga membahas perang di Ukraina, keamanan ekonomi global, kecerdasan buatan, hingga diversifikasi pasokan mineral penting.

Namun, perkembangan terbaru di Selat Hormuz diperkirakan menjadi salah satu topik paling menentukan karena dampaknya yang langsung terhadap ekonomi dunia dan keamanan energi internasional.