Indramayu, GPriority.co.id – Sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka setelah truk pikap yang mengangkut rombongan tamu pernikahan terjepit di antara dua truk di Jalan Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (12/7) sore ketika rombongan dalam perjalanan pulang dari menghadiri pesta pernikahan.
Insiden berlangsung di dekat Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu. Menurut keterangan pihak kepolisian, rombongan menggunakan truk pikap bak terbuka dan hendak berputar arah melalui bukaan median jalan. Saat kendaraan melambat dan berhenti, sebuah truk boks yang melaju dari arah belakang menabraknya hingga terdorong ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk lain dari arah berlawanan.
Kepala Satuan Lalu Lintas setempat, Undang Syarif Hidayat, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut.
“Benturan itu mendorong truk pikap ke jalur berlawanan hingga kembali ditabrak truk lain. Tabrakan yang sangat keras membuat lebih dari belasan penumpang terpental ke badan jalan,” ujarnya dikutip dari laporan ANTARA.
Akibat benturan beruntun tersebut, 13 penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah mendapat penanganan medis. Sementara lima korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi luka ringan hingga berat. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kelalaian pengemudi maupun kondisi lalu lintas saat kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait keselamatan transportasi di Indonesia. Penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang masih kerap ditemukan di sejumlah daerah, meski memiliki risiko tinggi apabila terjadi kecelakaan.
Data kecelakaan lalu lintas di Indonesia juga menunjukkan bahwa tabrakan fatal masih sering dipicu oleh kombinasi kendaraan bermuatan, kepadatan arus lalu lintas, kepatuhan terhadap aturan berkendara yang rendah, serta aspek keselamatan jalan yang belum optimal.
Tragedi di Indramayu menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dalam pengangkutan penumpang, terutama pada perjalanan rombongan.
Selain penegakan aturan, peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan yang tidak diperuntukkan bagi angkutan orang dinilai menjadi langkah penting guna menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut serta menentukan langkah hukum selanjutnya.
