Jakarta, GPriority.co.id – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia membantah anggapan bahwa negaranya tengah mengejar atau telah memiliki senjata nuklir.
Melalui akun X resmi @IraninIndonesia, Kedubes Iran menegaskan bahwa program nuklir Iran semata-mata ditujukan untuk kepentingan damai, termasuk pengembangan energi, kesehatan, dan penelitian.
Klarifikasi tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Prabowo menggambarkan kemungkinan munculnya efek domino apabila Iran dianggap telah memiliki senjata nuklir.
“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir,” kata Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut menjadi sorotan karena menyangkut isu sensitif terkait proliferasi atau penyebaran senjata nuklir di Timur Tengah. Pembahasan itu juga ramai diperbincangkan setelah siaran langsung acara sempat terputus ketika Prabowo membahas kemungkinan negara-negara di kawasan mengikuti langkah serupa.
Menanggapi isu tersebut, Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyampaikan penegasan tertulis bahwa negaranya tidak pernah memiliki tujuan untuk mengembangkan senjata nuklir.
“The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya,” tulis Kedutaan Besar Iran melalui akun X resminya.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Kedubes Iran menyebut program nuklir negaranya dijalankan secara transparan dan damai serta mengacu pada ketentuan hukum internasional.
Iran juga menegaskan pemanfaatan teknologi nuklir diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi, mendukung layanan kesehatan, dan mengembangkan penelitian ilmiah. Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Kedubes Iran mengenai penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan nonmiliter.
Isu program nuklir Iran selama ini menjadi salah satu persoalan penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Kekhawatiran mengenai kemungkinan perlombaan senjata nuklir dinilai dapat memperbesar ketegangan dan memengaruhi stabilitas keamanan kawasan.
Namun, pernyataan Prabowo dalam konteks tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap kemungkinan munculnya respons dari negara-negara lain apabila Iran dipersepsikan telah memiliki senjata nuklir.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran secara tegas menolak anggapan bahwa program nuklir negaranya ditujukan untuk pengembangan persenjataan.
Klarifikasi tersebut menegaskan posisi resmi Iran bahwa teknologi nuklir yang dikembangkan memiliki tujuan damai dan bukan untuk membangun kemampuan senjata nuklir.
