Jember, GPriority.co.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember menyiapkan pembangunan pabrik minyak goreng dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengembangkan jaringan usaha Persyarikatan.
Pabrik minyak goreng itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 4.700 meter persegi di Kecamatan Pakusari, Jember. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di sisi jalan sehingga mendukung akses produksi dan distribusi.
Perwakilan PDM Jember, Habib Ichsan, mengatakan pembangunan pabrik merupakan arahan langsung dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk direalisasikan di Jember.
“Pimpinan Pusat telah menginstruksikan Jember untuk membangun pabrik minyak,” kata Habib Ichsan dalam kegiatan konsolidasi Muhammadiyah di Jember, sebagaimana diberitakan PWMU.CO.
Ia menjelaskan, PDM Jember telah menyiapkan lokasi untuk pembangunan fasilitas industri tersebut.
“Kami telah menemukan tempatnya, insya Allah berada di Pakusari. Luas lahannya sekitar 4.700 meter persegi di sisi jalan,” ujarnya.
Produk minyak goreng yang nantinya dihasilkan akan menggunakan merek MI-KITA. Pada tahap awal operasional, pengelolaan pemasaran akan diserahkan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwates. Selanjutnya, distribusi produk akan memanfaatkan jaringan Persyarikatan Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah.
Rencana tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor bisnis Muhammadiyah, terutama melalui pengembangan usaha berbasis industri. Kehadiran pabrik diharapkan tidak hanya menghasilkan produk kebutuhan pokok, tetapi juga memperluas kemandirian ekonomi organisasi.
Untuk pendanaan, seluruh kebutuhan investasi pembangunan pabrik minyak goreng tersebut direncanakan ditanggung oleh PP Muhammadiyah. Meski demikian, jadwal pelaksanaan konstruksi hingga kini masih dalam tahap perencanaan dan akan diumumkan secara bertahap.
Dengan investasi hingga Rp20 miliar, proyek pabrik minyak goreng Muhammadiyah di Jember ini menjadi salah satu langkah penguatan ekonomi Persyarikatan melalui sektor riil. Selain memperluas jaringan usaha, produk MI-KITA juga berpotensi memanfaatkan jaringan organisasi sebagai jalur pemasaran dan distribusi.
