Menhan Sjafrie Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keberlanjutan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Labuan Bajo, GPriority.co.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya kecepatan, koordinasi, dan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan saat Menhan mengunjungi wilayah Nagekeo pada Senin (17/8).

Menurutnya pengerahan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik diarahkan untuk menjangkau daerah yang sulit diakses dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Menhan meninjau wilayah Nagekeo yang dekat dengan episentrum gempa untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan mendesak di lapangan. Dalam kunjungan itu Sjafrie juga berkunjung ke Yonif TP 834/Wakanga Mere di Kabupaten Nagekeo, jajaran Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana, serta menerima paparan dari Danyonif Letkol Inf Bony Prima terkait kondisi wilayah dan dukungan satuan dalam penanganan bencana.

Kementerian Pertahanan menyatakan kehadiran Menhan bertujuan memastikan penanganan dan distribusi bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran serta mengoptimalkan peran TNI dalam mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, pemerintah daerah, dan Polri. TNI telah mengerahkan personel serta kemampuan pendukung di beberapa wilayah terdampak di Flores, meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses, serta distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara.

Dengan menggunakan pesawat A400M TNI AU, Sjafrie membawa sekitar 20 ton bantuan kemanusiaan, termasuk 25 set tenda, 484 velbed, 15 unit Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set panel surya (solar cell), 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis, serta 18 koli obat-obatan. Terdapat pula bantuan tambahan seperti mi instan, bubur bayi, popok bayi, dan pembalut. Total muatan bersama palet mencapai sekitar 20,9 ton.

Sejumlah bantuan dari Kementerian Pertahanan juga telah diberangkatkan sebelumnya menuju Maumere dan Labuan Bajo, berupa makanan siap saji, tenda peleton, selimut, penjernih air, alat komunikasi HT, dan senter.

Foto : Kemhan