Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Chinese Academy of Social Sciences (CASS) membahas peluang penyelarasan proses modernisasi Tiongkok dengan agenda pembangunan Indonesia Emas 2045.
Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama riset dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Tiongkok.
Melalui siaran pers resminya, BRIN menyebut Indonesia dan Tiongkok saat ini sama-sama tengah menjalankan agenda modernisasi nasional. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi kedua negara untuk saling mempelajari pengalaman, kebijakan, serta strategi pembangunan yang dapat mendukung kepentingan masing-masing.
Kerja sama BRIN dan CASS menjadi penting karena modernisasi tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, tata kelola, hingga peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Indonesia sendiri memiliki visi menjadikan 2045 sebagai momentum untuk mencapai status negara maju. Dalam konteks tersebut, penguatan ekosistem riset dan inovasi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing nasional.
BRIN sebagai lembaga pemerintah yang menjalankan tugas di bidang riset dan inovasi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda tersebut. Kolaborasi dengan lembaga riset internasional seperti CASS dapat membuka peluang pertukaran pengalaman dan pengembangan kajian mengenai berbagai tantangan pembangunan.
Sementara itu, pengalaman Tiongkok dalam menjalankan proses modernisasi selama beberapa dekade menjadi salah satu aspek yang dapat dipelajari Indonesia. Namun, penyelarasan yang dibahas bukan berarti Indonesia harus meniru seluruh model pembangunan Tiongkok. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran yang kemudian disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan kepentingan Indonesia.
Kerja sama riset juga dapat memperkuat pemahaman kedua negara mengenai isu strategis yang berkembang di kawasan. Pertukaran perspektif antara peneliti Indonesia dan Tiongkok diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis pengetahuan yang relevan bagi pembangunan jangka panjang.
Agenda Indonesia Emas 2045 membutuhkan konsistensi pembangunan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global. Karena itu, penguatan hubungan antara lembaga riset Indonesia dan mitra internasional dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas basis pengetahuan nasional.
Pembahasan BRIN dan CASS menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Tiongkok tidak hanya berlangsung dalam bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga berkembang melalui kerja sama ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Sinergi tersebut berpotensi mendukung Indonesia dalam merancang strategi pembangunan yang lebih berbasis pengetahuan menuju 2045.
