Keberanian Fathimah Azzahra Bikin Kagum, Begini Cara Orang Tua Latih Anak Untuk Berpikir Kritis

Sosok Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI, jadi sorotan karena keberaniannya dalam aksi unjuk rasa/Foto : Dok. Istimewa Sosok Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI, jadi sorotan karena keberaniannya dalam aksi unjuk rasa/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Nama Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI 2026, kembali menjadi sorotan setelah keberaniannya menyampaikan orasi dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta, Selasa (18/8).

Sikap kritis dan kemampuannya berbicara di tengah situasi aksi membuat sosok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Fathimah terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026 dan mendampingi Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan. Sebelumnya, ia juga aktif dalam organisasi mahasiswa, termasuk sebagai Head of Community of Neuroscience and Psychiatry FKUI serta Head of 2nd Commission DPM UI 2025.

Dalam aksi tersebut, Fathimah tampil lantang menyampaikan sikap mahasiswa. Okezone melaporkan, ia menyesalkan tindakan aparat yang menghadang mahasiswa menuju Bundaran HI dan menyebut perjuangan mahasiswa hari itu akan tercatat dalam sejarah sebagai kemenangan karena berada di pihak yang benar.

Keberanian Fathimah kemudian mendapat perhatian luas di media sosial. Salah satunya datang dari akun Threads @hayuherenari yang menilai Fathimah memiliki gambaran calon pemimpin berkualitas.

“GAMBARAN ABSOLUTE CALON PEMIMPIN HIGH QUALITIES!” tulis pemilik akun tersebut yang juga memuji cara berpikir dan kemampuan komunikasi Fathimah.

“Rasionalitas cara berpikir RUNUT & KONSTRUKTIF. Public Speaking OVER THE. Semangat berjuang dan keberanian BEYOND,” pujinya.

Ia bahkan berharap Fathimah tetap berada di Indonesia dan melanjutkan perjuangannya.

“Please Dedek cantik, nanti tetep terus stay di Indonesia dan berjuang terus untuk Indonesia yaaa PLEASEEEE,” lanjut pemilik akun tersebut.

Fenomena ini menarik jika dilihat dari pertanyaan yang lebih luas. Bagaimana anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani berpikir kritis dan menyampaikan pendapat?

Dari perspektif perkembangan anak, lingkungan keluarga memang memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.

UNICEF menekankan bahwa orang tua dan pengasuh merupakan guru pertama bagi anak. Kebiasaan mengajak anak berbicara, mendengarkan pertanyaan, memberi ruang eksplorasi, serta membantu anak belajar dari kesalahan dapat mendukung perkembangan kemampuan berpikir dan kemandirian.

Harvard Center on the Developing Child juga menjelaskan bahwa interaksi dua arah yang responsif antara anak dan orang dewasa membantu membangun fondasi kemampuan bahasa, sosial, dan kognitif.

Karena itu, keberanian seperti yang terlihat pada Fathimah Azzahra bukan sekadar kemampuan berbicara di depan massa. Di baliknya dapat terdapat proses panjang. Anak dibiasakan bertanya, didengarkan, diajak berdiskusi, diberi kesempatan mengambil keputusan, sekaligus diajarkan mempertanggungjawabkan pendapatnya.