Harga Tanah Makin Mahal, Menteri PKP Siapkan Konsep Rumah di Atas Sungai

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait siapkan gagasan baru untuk membangun rumah di atas sungai/Foto : Dok. GPriority Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait siapkan gagasan baru untuk membangun rumah di atas sungai/Foto : Dok. GPriority

Jakarta, GPriority.co.id – Harga tanah yang terus meningkat dan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan mendorong Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan gagasan baru untuk penyediaan hunian. Salah satu konsep yang tengah dikaji adalah pembangunan rumah susun di atas sungai atau kali.

Wacana tersebut disampaikan Maruarar dalam acara Indonesia Property&Bank Award 2026 di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jumat (28/8) lalu. Ia mengusulkan rumah susun tiga hingga empat lantai dengan struktur baja dan tanpa lift sebagai salah satu alternatif memanfaatkan ruang di tengah keterbatasan lahan.

“Kalau saya sampaikan jangan jadi polemik ya, bagaimana suatu saat ada terobosan misalnya bagaimana mulai berpikir membangun rumah (susun) tiga atau empat lantai dengan baja tidak perlu lift tapi di atas sungai-sungai atau kali-kali yang ada. Doain kami,” kata Maruarar, dikutip dari detikProperti.

Menurut Maruarar, mahalnya harga tanah menjadi salah satu alasan pemerintah perlu mencari terobosan baru dalam pembangunan rumah. Ia menyadari gagasan tersebut saat ini mungkin dinilai sulit atau bahkan tidak memungkinkan. Namun, pemerintah disebut sedang menyiapkan konsepnya secara lebih matang.

“Mungkin hari ini banyak yang bilang itu impossible, tapi doain, karena (harga) tanah makin mahal, saya lihat ada kali, banyak. Bagaimana, doain, mudah-mudahan 2-3 bulan lagi konsepnya saya bisa sampaikan kepada publik,” tuturnya.

Maruarar menjelaskan, konsep hunian di atas sungai belum menjadi kebijakan final. Pemerintah masih menghitung berbagai aspek, mulai dari kebutuhan material dan konstruksi, biaya pembangunan, hingga regulasi yang diperlukan. Hal tersebut penting untuk memastikan konsep rumah susun di atas sungai dapat diterapkan secara aman dan layak.

Gagasan itu juga mendapat perhatian dari kalangan properti. Pengamat properti Bambang Ekajaya menilai pembangunan secara konstruksi memungkinkan, tetapi terdapat tantangan berupa tingginya biaya, perizinan, status kepemilikan, serta aspek lingkungan.

Dengan demikian, konsep rumah di atas sungai masih berada pada tahap kajian. Jika nantinya dinilai layak dari sisi teknis, biaya, regulasi, dan penerimaan masyarakat, gagasan tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif penyediaan hunian terjangkau di tengah harga tanah yang semakin mahal.