Viral Hadiah OSN 2026 Dipangkas 80 Persen, Orang Tua Singgung Masa Depan STEM

Hadiah OSN 2026 jadi sorotan usai mengalami penurunan hingga 80 persen/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Hadiah OSN 2026 jadi sorotan usai mengalami penurunan hingga 80 persen/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Besaran hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 menjadi sorotan setelah muncul perbandingan dengan nominal uang pembinaan pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan unggahan sejumlah pihak di media sosial, hadiah peraih medali emas disebut turun dari Rp15 juta menjadi Rp3 juta, perak dari Rp10 juta menjadi Rp2 juta, dan perunggu dari Rp5 juta menjadi Rp1 juta.

Jika dibandingkan dengan nominal tahun sebelumnya yang disebutkan dalam unggahan tersebut, penurunan mencapai sekitar 80 persen. Informasi itu kemudian memicu perdebatan mengenai bentuk apresiasi pemerintah terhadap siswa berprestasi di bidang sains.

Seorang guru yang turut menyoroti persoalan tersebut mempertanyakan kebijakan penyelenggaraan OSN 2026 yang disebut berlangsung secara daring.

Menurutnya, apabila pelaksanaan kompetisi dilakukan secara online dengan alasan efisiensi, seharusnya penghematan tersebut dapat membantu mempertahankan apresiasi bagi para peraih medali.

“Katanya OSN sekarang full online biar biaya lebih hemat, sehingga hadiah bisa tetap maksimal. Ternyata hadiah malah tinggal 20 persen,” tulis akun threads @hasansanz dalam unggahannya yang kemudian ramai dibagikan. Ia juga menyinggung proses panjang yang harus dilalui siswa untuk mencapai tingkat nasional.

Keluhan serupa datang dari orang tua siswa. Meski anaknya bukan peserta OSN 2026, ia menilai besarnya penghargaan tetap penting sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan pelajar yang menekuni sains.

“Ini semua tentang bagaimana kita ingin anak-anak Indonesia memandang sains dan prestasi sebagai sesuatu yang berharga dan layak diperjuangkan,” tulis akun Instagram @mamtal33.

Ia kemudian mengaitkan penghargaan tersebut dengan dorongan pemerintah terhadap penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

“Jika kita benar-benar ingin mereka serius membangun masa depan Indonesia lewat jalur STEM, jangan hanya meminta mereka berprestasi, tapi tunjukkan juga bahwa prestasi mereka layak dihargai,” tegasnya.

OSN merupakan ajang kompetisi nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Untuk jenjang pendidikan dasar 2026, kompetisi nasional diikuti 686 finalis dari 38 provinsi serta sejumlah Sekolah Indonesia di Luar Negeri. OSN tersebut mempertandingkan Matematika, IPA, dan IPS.

Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono sebelumnya menegaskan bahwa OSN bukan semata-mata tentang medali, peringkat, dan penghargaan. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan talenta, mengasah nalar, serta membangun semangat berprestasi sejak dini.