Makassar, GPriority.co.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat keterbatasan ketersediaan BBM di Makassar mulai berdampak pada aktivitas pendidikan.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman memberlakukan pembelajaran secara daring bagi siswa SMA dan SMK sederajat selama satu pekan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah persoalan distribusi BBM.
Kebijakan tersebut disampaikan Andi Sudirman setelah antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar dan wilayah sekitarnya semakin panjang. Sejumlah pengendara bahkan harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut turut menyebabkan kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan.
Andi Sudirman mengatakan pembelajaran daring menjadi solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa, guru, dan orang tua melakukan perjalanan ke sekolah setiap hari.
“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” kata Andi Sudirman kepada wartawan, dikutip dari laporan ANTARA pada Senin (14/9).
Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi kebijakan tersebut setelah satu minggu dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi BBM di Sulsel. Pemprov Sulsel juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM serta LPG 3 kilogram berjalan dengan baik.
“Kami telah berkoordinasi Bapak Walikota Makassar dan akan dilakukan kebijakan yang sama untuk sekolah pada tingkat kewenangannya. Untuk kabupaten kota lainnya dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Antrean BBM Makassar Mengular
Antrean BBM di Makassar dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU. Kendaraan, termasuk truk dan bus, bahkan disebut telah mengalami antrean panjang selama beberapa bulan untuk mendapatkan solar. Antrean tersebut juga berdampak pada kelancaran lalu lintas karena kendaraan mengular hingga ke badan jalan.
Gubernur Sulsel sebelumnya melakukan inspeksi mendadak di salah satu SPBU dan menemukan empat nozzle hanya dilayani satu operator. Ia menilai kondisi tersebut turut memperparah antrean.
“Bagaimana orang tidak antre kalau 4 Nozzle pengisian hanya 1 operator melayani. Kemudian adanya modifikasi tangki dan kendaraan bolak balik isi BBM,” kata Andi Sudirman.
Andi Sudirman meminta masyarakat bersabar sembari pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengamankan stok dan distribusi BBM. Ia juga mendorong penambahan kuota BBM untuk Sulsel serta pengawasan operasional SPBU.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar juga menerapkan pembelajaran daring bagi jenjang TK, SD, dan SMP mulai 12 hingga 19 September 2026. Untuk SMA, SMK, dan SLB, siswa diliburkan sementara pada 14–18 September berdasarkan kebijakan Pemkot Makassar.
