Jakarta, GPriority.co.id – Pada tahap jangka pendek SINERGI KALTARA (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) telah membangun fondasi ekosistem. Tahapan selanjutnya ialah mengubah fondasi tersebut menjadi transaksi dan kemitraan nyata.
Sekprov Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menjelaskan terkait apa yang disampaikan saat Seminar Implementasi Proyek Perubahan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, awal September lalu (1/9). Menurutnya pembangunan fondasi ekosistem dimulai dari pembentukan forum koordinasi, pemetaan kebutuhan industri, penyiapan platform digital, regulasi kemitraan, hingga membangun komitmen dengan pelaku industri.
“Jadi, target awalnya adalah memastikan sistem dan jejaring kolaborasinya terbentuk,” ujarnya. Adapun tahap berikutnya, jelasnya, mengubah fondasi tersebut menjadi transaksi dan kemitraan nyata.
“UMKM akan didorong untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, legalitas, dan sertifikasi agar mampu memenuhi kebutuhan serta standar industri dan masuk ke dalam rantai pasok,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, SINERGI KALTARA bekerja dengan mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi UMKM lokal. “Ketika kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal, maka nilai investasi tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga berputar di masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Walau demikian tantangan utama, paparnya, adalah kesiapan UMKM, terutama dari sisi kualitas, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, legalitas, sertifikasi, dan pembiayaan. “Karena itu, pemerintah harus menjadi penghubung dan orkestrator agar kesenjangan antara kebutuhan industri dan kemampuan UMKM dapat diatasi,” sebutnya.
Ppemprov Kaltara sendiri telah melakukan pendekatan proaktif dalam menggaet investor. Danny menyebut, Pemprov tidak hanya meminta investor menggunakan produk lokal, tetapi terlebih dahulu memetakan kebutuhan industri, kemudian menyiapkan UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut. “Dengan begitu, investor mendapatkan pemasok lokal yang siap, sementara UMKM mendapatkan pasar yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Foto : Ro Adpim Kaltara
