Singapura, GPriority.co.id – Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin lekat dengan ponsel dan konten singkat, Singapura meluncurkan cara unik untuk mendorong warganya kembali membaca buku.
Melalui program ReadSG, pemerintah memberikan imbalan virtual yang dapat ditukarkan menjadi uang tunai bagi warga yang meluangkan waktu membaca setiap hari.
Program nasional tersebut diluncurkan National Library Board (NLB) pada September 2026 sebagai bagian dari kampanye lima tahun untuk memperkuat budaya membaca di Singapura. Peserta dapat mencatat aktivitas membaca melalui platform CrowdTaskSG dan memperoleh koin virtual berdasarkan durasi membaca.
Aturannya cukup sederhana. Peserta diminta membaca setidaknya 15 menit sehari. Setiap sesi membaca selama 15 menit memberikan 20 koin virtual. Setelah mengumpulkan 1.000 koin, peserta dapat menukarkannya dengan sekitar 1 dolar Singapura. Dengan membaca 15 menit setiap hari selama setahun, seseorang secara teoritis dapat memperoleh sekitar 7,30 dolar Singapura.
Nilai uang yang diberikan memang relatif kecil. Program ini lebih diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten dibandingkan menjadi sumber penghasilan.
Kepala NLB Melissa Tam menjelaskan bahwa kebiasaan membaca perlu dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara rutin.
“Kita tahu bahwa kebiasaan dibangun melalui tindakan kecil yang konsisten. Jadi, kami memulai dengan tujuan sederhana: cukup membaca selama 15 menit sehari. Di dalam bus, sebelum tidur, atau saat makan siang,” ujar Tam, seperti dikutip dari The Times.
Tam juga menyoroti perubahan pola konsumsi informasi akibat maraknya konten digital berdurasi pendek.
“Membaca seperti otot. Jika digunakan secara teratur, kemampuan kita untuk fokus, menyerap informasi, berpikir kritis, berimajinasi, dan memahami dunia akan semakin kuat. Namun, tanpa penggunaan secara rutin, kemampuan itu akan melemah,” katanya.
Kekhawatiran terhadap berkurangnya aktivitas membaca mendalam menjadi salah satu latar belakang program tersebut. CNA melaporkan, ReadSG dirancang untuk mendorong masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap konten singkat dan kembali membangun kebiasaan membaca dalam jangka panjang.
Selain ReadSG Challenge, kampanye tersebut juga memiliki program Read For Good, yang mengubah waktu membaca peserta menjadi kontribusi bagi kegiatan amal.
Namun demikian, Singapura membayar warga untuk membaca buku bukan semata-mata sebagai insentif finansial, melainkan sebagai strategi membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi di tengah derasnya konsumsi konten digital.
