Vietnam Optimistis Hubungan dengan Indonesia Kian Erat

Menteri Luar Negeri Vietnam Lê Hoài Trung saat berkunjung ke Indonesia pada Selasa (14/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Menteri Luar Negeri Vietnam Lê Hoài Trung saat berkunjung ke Indonesia pada Selasa (14/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri Vietnam Lê Hoài Trung menegaskan hubungan Indonesia dan Vietnam memasuki babak baru setelah kedua negara mengadopsi Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership dalam pertemuan Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) ke-6 di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (14/7).

Dalam pernyataan pers bersama usai penandatanganan dokumen tersebut, Lê Hoài Trung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi Vietnam. Ia juga menyatakan sepakat dengan seluruh poin yang telah disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengenai arah kerja sama kedua negara.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Anda dan seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri Indonesia atas sambutan hangat dan pengaturan yang sangat baik bagi delegasi kami. Saya juga sependapat dengan seluruh hal yang telah Anda sampaikan kepada media hari ini,” ujar Lê Hoài Trung.

Ia mengatakan hubungan Indonesia dan Vietnam telah terjalin sejak lama berkat fondasi yang dibangun Presiden Soekarno dan Presiden Ho Chi Minh, kemudian terus diperkuat oleh generasi pemimpin dan masyarakat kedua negara.

Menurutnya, hubungan bilateral semakin berkembang setelah kunjungan bersejarah pemimpin Vietnam ke Indonesia pada tahun lalu. Saat itu, kedua negara menyepakati berbagai langkah penting untuk memperkuat hubungan sekaligus mendukung perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di kawasan maupun dunia.

“Hubungan kedua negara terus berkembang. Kami menjaga komunikasi secara rutin di semua tingkatan dan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, pertahanan, keamanan, hubungan antarmasyarakat, budaya hingga pendidikan,” katanya.

Lê Hoài Trung bahkan mengungkapkan optimisme bahwa nilai perdagangan bilateral berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan.

“Saya mendapat informasi bahwa nilai perdagangan bahkan dapat mencapai target USD18 miliar pada tahun ini, sehingga kemungkinan melampaui target yang telah kita tetapkan,” ujarnya.

Selain perdagangan, kerja sama di sektor pertahanan, keamanan, pariwisata, dan pertukaran masyarakat juga menunjukkan kemajuan signifikan. Vietnam dan Indonesia kini memiliki lebih banyak rute penerbangan yang menghubungkan Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang dengan Jakarta, Bali, Medan, serta Surabaya.

Peningkatan konektivitas tersebut berdampak positif terhadap sektor pariwisata. Menurut Lê Hoài Trung, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Vietnam meningkat sekitar 30 persen hingga April 2026.

Ia juga menyambut baik disepakatinya rencana aksi implementasi Comprehensive Strategic Partnership, yang mencakup penguatan kerja sama politik melalui hubungan antarpemerintah, parlemen, hingga berbagai lembaga kedua negara.

“Kami sepakat memperluas kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, tidak hanya pada perdagangan dan investasi, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarperekonomian kedua negara,” katanya.

Di tingkat regional dan global, Vietnam menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam berbagai forum internasional. Kedua negara juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Laut Timur (Laut China Selatan) melalui implementasi berbagai kesepakatan yang telah disetujui bersama.

Menutup pernyataannya, Lê Hoài Trung kembali mengundang Sugiono untuk melakukan kunjungan resmi ke Vietnam. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas berbagai pencapaian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami yakin rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya akan meraih lebih banyak keberhasilan dalam mewujudkan seluruh tujuan pembangunan yang telah ditetapkan bagi negara ini,” tutupnya.