Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar, Perkuat Kerja Sama Bilateral

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan (letters of credence) dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/11). Prosesi tersebut menandai dimulainya masa tugas resmi para duta besar di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan selamat datang kepada para duta besar dan menegaskan kesiapan Indonesia memperkuat persahabatan, membangun kemitraan, serta mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan.

Para duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan berasal dari Austria, Bangladesh, Belgia, Norwegia, Jepang, Swiss, Malaysia, Finlandia, Takhta Suci Vatikan, Suriname, dan Uni Eropa.

Berikut para dubes yang diterima Presiden :

Alexander Riege  (Austria)

Md. Abul Hasan Mridha (Bangladesh)

David Jordens (Belgia)

Kaja Glomm (Norwegia)

Ueno Atsushi (Jepang)

Konstantin Obolensky (Swiss)

Dato’ Muzafar Shah Mustafa (Malaysia)

Pirjo Suomela-Chowdhury (Finlandia)

Uskup Agung Walter Erbi (Takhta Suci Vatikan)

Andy Atmodimedjo (Suriname)

Hervé Delphini (Uni Eropa)

Usai prosesi, Presiden Prabowo menerima para duta besar dalam pertemuan dan ramah tamah. Para duta besar menyampaikan komitmen memperkuat hubungan bilateral serta kemitraan strategis dengan Indonesia, terutama di bidang perdagangan, investasi, dan pendidikan.

Duta Besar Uni Eropa, Austria, dan Swiss menyampaikan peluang penguatan kerja sama ekonomi, termasuk melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) serta kerja sama perdagangan dan investasi. Sementara itu, Duta Besar Jepang dan Malaysia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan dengan Indonesia.

Dalam acara ramah tamah, para duta besar diperkenalkan dengan kekayaan budaya Indonesia melalui Tari Zapin Lenggang Kipas dari Jambi dan alunan musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah Indonesia menyatakan siap bekerja bersama negara-negara sahabat untuk mempererat hubungan bilateral, memperluas kolaborasi strategis, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua belah pihak.

Foto : BPMI Setpres