Perancah atau scaffolding adalah struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung bangunan-bangunan besar lainnya. Berikut 4 jenis scaffolding yang dapat digunakan menyesuaikan fungsi yang kita butuhkan tentu melihat kelebihan dan kekurangannya juga ya.
1. Scaffolding Kayu
Untuk jenis scaffolding ini biasanya dipakai untuk pekerjaan yang tidak terlalu besar. Tak hanya itu, bahkan scaffolding kayu sering digunakan hanya satu kali pakai. Jenis kayu tingkat V merupakan klasifikasi dari kekuatan jenis kayu yang seringkali digunakan.
Kelemahannya jenis scaffolding yang satu ini akan lebih mudah rusak karena faktor alam ataupun faktor yang lainnya. Biasanya setelah selesai digunakan sebagai perancah kayu-kayu ini dapat digunakan kembali sebagai ranga plafond tentu dengan pemilihan kayu meranti atau sejenisnya agar lebih tahan lama.
2. Scaffolding Bambu
Scaffolding bambu bahan utama yang dibutuhkan adalah bambu dan kawat ikat. Setelah itu bambu akan diikat dan disusun menggunakan kawat ikat dan paku sampai membentuk alat titian sehingga para pekerja bisa naik dan melakukan pekerjaan di ketinggian. Pemasangan serta pembongkaran untuk jenis scaffolding bambu ini relatif sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, scaffolding bambu ini juga sulit untuk dipindah-pindah dan relatif lebih mudah mengalami kerusakan. Meskipun begitu Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat scaffolding jenis ini relatif murah. Namun, ketika nanti selesai digunakan scaffolding ini sudah tidak mempunyai nilai jual lagi karena pada akhirnya scaffolding ini akan dibuang begitu saja.
3. Scaffolding Batang Pipa
Scaffolding yang kerap kali digunakan para pekerja konstruksi ialah jenis tube and coupler scaffold. Bagiannya terdiri dari batang-batang pipa yang saling terhubung dengan menggunakan klem dan baut khusus. Klem yang digunakan terdiri dari dua jenis yakni klem mati untuk menghubungkan dua pipa dengan sudut 90 derajat. Sementara untuk klem hidup digunakan untuk menghubungkan dua ruas pipa scaffolding yang memiliki sudut yang bervariasi.
Begitu juga dengan coupler yang digunakan terdiri dari dua jenis tergantung metode pembuatannya. Ada yang dibuat dengan menggunakan metode press, dan ada pula yang menggunakan metode pengecoran. Anda akan mendapatkan keuntungan jika menggunakan scaffolding ini untuk konstruksi yang tinggi dan besar sebab bisa diatur sesuai kebutuhan.
4. Frame Scaffolds
Frame scaffolding atau perancah bingkai tersedia dalam beberapa konfigurasi antara lain bagian main frame, ladder frame atau gabungan antara kedua bagian tersebut. Konstruksi frame scaffolding atau perancah bingkai selalu menggunakan dua bagian dari main frame yang dihubungkan dengan cross brace yang berpotongan dari tiang penyangga yang disusun dalam konfigurasi persegi. Para pekerja biasanya memasang perancah dengan cara menaiki bagian-bagian yang sudah terpasang sambil membawa komponen bagian bingkai atau tiang yang akan dipasang diatasnya. Tiap komponen bagian bingkai dan tiang dihubungkan dan disambung dengan joint pin agar tiap bagian tidak lepas.
Papan atau plat aluminum ditempatkan diatas tiap frame scaffolding atau kerangka perancah yang telah selesai dirakit untuk memberikan tempat berpijak dan berdiri bagi para pekerja sambil merakit bagian perancah berikutnya. Bagian kerangka perancah ini bukan hanya menyediakan tempat bagi para pekerja untuk bekerja tapi dapat digunakan juga sebagai tangga.
Beberapa keuntungan menggunakan frame scaffolding atau perancah bingkai antara lain adalah perakitan dan pembongkaran struktur frame scaffolding atau perancah bingkai selama konstruksi cukup mudah sehingga menghemat waktu dan tenaga. Selain itu menggunakan struktur frame scaffolding atau perancah bingkai lebih aman, kuat, tahan lama, dan memiliki harga yang cukup terjangkau.
