Jakarta,GPriority.co.id – Candi Muaro Jambi merupakan salah satu situs budaya di Indonesia yang terdapat di Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo. Luas kompleks bangunan ini delapan kali lebih luas dari candi Borobudur dan menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai candi terluas di kawasan Asia Tenggara.
Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Agus Widiatmoko, mengatakan bahwa Candi Muaro Jambi sebagai salah satu universitas tertua di Asia. Candi ini dibangun pada abad ke 7 hingga 12 masehi dan pada zaman dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat peribadatan dan tempat pendidikan agama Budha.
Candi Muaro Jambi adalah salah satu pusat pengembangan agama Hindu-Buddha pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno. Di kompleks seluas 3.981 hektar, ada sekitar 70 reruntuhan candi atau gundukan tanah yang disebut Menapo oleh warga setempat.
Candi Muaro Jambi disebut sebagai kompleks percandian karena terdapat beberapa candi dalam kawasan tersebut, seperti Candi Gumpung, Candi Kedaton, Candi Koto Mahligai, Candi Astano, Candi Kembar Batu, Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua hingga Candi Telago Rajo.
Penemuan Candi Muaro Jambi dilakukan tanpa sengaja, tepatnya pada tahun 1824 seorang letnan Inggris bernama SC Crooke yang diperintahkan melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Crooke kemudian menemukan reruntuhan batu bata merah dan gundukan tanah serta kanal sungai kuno.
Kemudian pada tahun 1975, pemerintah memulai pemugaran terhadap kompleks ini dengan dipimpin oleh arkeolog R Soekmono. Pemerintah kemudian menemukan manik-manik yang berasal dari Persia, China, dan India, dan disimpulkan bahwa tempat ini dulunya adalah daerah pertemuan antar bangsa.
Kini, kompleks percandian Muaro Jambi menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Provinsi Jambi, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada September 2007 menetapkan Candi Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu. (Hn.)
