Nunukan,GPriority.co.id-Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.
Di samping itu, program Merdeka Belajar juga akan membawa perubahan pada sistem pengajaran yang semula bernuanasa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuanasa pembelajaran di luar kelas ini diharapkan akan membuat setiap siswa menjadi lebih nyaman karena bisa lebih banyak berdiskusi dan akan membentuk karakter dari para siswa.
Mengingat begitu berartinya program Merdeka belajar bagi kemajuan pendidikan Indonesia membuat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim resmi meluncurkan kurikulum Merdeka Belajar sebagai bagian dari tindak lanjut memperbaiki kurikulum 2013. Kurikulum ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar episode 15.
Kini yang menjadi pertanyaan bagaimana kesiapan daerah termasuk Kabupaten Nunukan dalam menghadapi kurikulum tersebut, guna mengetahui jawabannya pada Kamis (28/4/2022) Gpriority melakukan wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Nunukan, Akhmad melalui sambungan telepon.
Menurut Akhmad, kurikulum merdeka belajar ini sangat bagus sekali karena bisa merubah langkah Indonesia dalam transformasi pendidikan guna menciptakan sumber daya unggul.
” Nunukan sendiri siap untuk melaksanakan program kurikulum Merdeka Belajar,” jelas Akhmad.
Dengan hadirnya kurikulum merdeka belajar sendiri, Akhmad yakin akan banyak SDM unggul yang lahir dari Nunukan. Mengenai sekolah yang sudah menerapkan Akhmad menjelaskan sudah ada beberapa sekolah yang menerapkannya.
Terkait dengan kendala-kendalanya, Akhmad menjelaskan ada beberapa yang ditemui di lapangan seperti masalah jaringan, sarana dan prasarana serta letak geografis. Seperti diketahui sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan, Nunukan memiliki wilayah geografis yang tidak sama dengan pulau Jawa. ” Untuk itulah di wilayah kami masih banyak yang mengalami blank spot,” kata Akhmad.
Akhmad yakin meskipun banyak memiliki kendala, kurikulum merdeka belajar akan bisa sepenuhnya diterapkan di Nunukan mengingat sudah ada beberapa sekolah yang menerapkannya.(Hs.Foto.dok.pribadi)
