Penulis : Dimas | Editor : Haris | Foto : Biro Setpres
Jakarta,GPriority.co.id-Presiden Joko Widodo memastikan persiapan gelaran KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada 9-11 Mei sudah rampung semuanya.
“Sudah siap, semuanya sudah siap, siap semua. Ndaklah (meninjau vanue lagi), wong kita kemarin terakhir sudah habis Lebaran kita cek, artinya ini tinggal pelaksanaan,” ujar Jokowi di Labuan Bajo, Minggu (7/8).
Jokowi memaparkan mengenai tantangan ke depan dalam menavigasi ASEAN di antara kekuatan-kekuatan besar, bahwa ASEAN tidak boleh menjadi proksi bagi negara atau pihak mana pun.
“Prinsip Indonesia di keketuaan ASEAN adalah kolaborasi dan kerja sama dengan siapa pun dan kita tidak ingin ASEAN menjadi proksi siapa pun, proksi negara mana pun,” ujarnya, dikutip GPriority, Senin (8/5).
Lebih lanjut, Dia menginginkan ASEAN tetap terbuka dan bisa bekerja sama dengan negara mana pun.
Jokowi juga mengatakan termasuk dalam isu Myanmar yang juga akan menjadi salah satu poin pembahasan para pemimpin ASEAN pada KTT ke-42 ini.
“Iya, secara khusus akan dibahas. Tapi, acuan kita tetap untuk Myanmar, acuan kita tetap ‘5 Point of Consensus’, itu tetap menjadi acuan, tetapi harus dengan dialog, bukan karena–menurut saya sanksi itu bukan sebuah solusi,” tegasnya.
Setidaknya ada tiga hal yang ditekankan Presiden Jokowi terkait isu Myanmar, mulai dari penghentian kekerasan hingga mendorong peran aktif dari Myanmar dalam dialog-dialog.
“Pertama, kekerasan harus dihentikan, segera dihentikan. Yang kedua, bantuan kemanusiaan harus sampai ke rakyat di Myanmar. Yang ketiga, dialog–ini yang penting–yang ingin kita yang aktif tidak hanya di sini, tetapi juga di Myanmar sendiri juga harus aktif untuk berperan dalam dialog-dialog yang ingin kita lakukan,” tandasnya.
