Gus Halim: Tidak Ada Desa yang Tertinggal di Ujung Utara

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Kemendesa PDTT

Jakarta, GPriority.co.id— Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menegaskan tidak ada desa yang tertinggal di ujung utara perbatasan Indonesia, tepatnya di wilayah Kepulauan Kabupaten Talaud.

Hal itu menunjukkan, bahwa program pembangunan desa dan dana desa telah berhasil memfasilitasi kebangkitan desa di daerah terluar dan perbatasan Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi pemerintahan Kabupaten Talaud, yang hari ini desanya sudah tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal,” ungkapnya lewat keterangannya, Kamis (17/8) kemarin.

Menurut Gus Halim, saat dirinya menjadi inspektur upacara 17 Agustus HUT ke-78 RI di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, pembangunan daerah perbatasan selalu menjadi prioritas pemerintah.

Ini menandakan bahwa negara selalu hadir di berbagai wilayah perdesaan di Indonesia.

Di samping itu, Gus Halim juga mengungkapkan bukti keseriusan pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran perbatasan. Tahun 2023 ini, sebanyak Rp 30,8 miliar dana desa telah disalurkan ke desa-desa di ujung perbatasan negara, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

“Pembangunan juga terlaksana di 22 desa-desa ujung perbatasan negara, baik di desa perbatasan di Sabang di ujung Barat, desa perbatasan di Merauke di ujung Timur, perbatasan di Miangas ujung Utara, dan perbatasan di Pulau Rote ujung Selatan,” ungkap Gus Halim.

APBDes di desa-desa ujung wilayah perbatasan terus mengalami peningkatan hingga Rp 49,2 miliar. Bahkan sejauh ini, juga telah berdiri satu BUM Desa berbadan hukum di Sabang yang mampu melayani kebutuhan masyarakat sekitarnya secara maksimal.

“Pembangunan desa-desa di ujung perbatasan negara periode 2015-2023 juga ditunjukkan dengan kenaikan desa mandiri, dari semula nihil kini menjadi empat desa,” tambah Gus Halim.