Viral! Capres Anies Ditampar Pendukungnya saat Kampanye: Ingatkan Warning Tito Karnavian?

Penulis : M. Hilal | Editor : Dimas A Putra | Foto : GP Hilal

Jakarta, GPriority.co.id – Sedang ramai di media sosial rekaman video pendek Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan ditampar oleh pria tidak dikenal yang mengenakan kaos AMIN dan bertopi putih, dikabarkan menurut unggahan yang sedang ramai di media sosial, Anies ditampar saat melakukan kampanye safari politik di Kota Pontianak.

Dalam unggahan Video berdurasi 4 detik yang dibagikan oleh akun AbuNawas Return. Dalam video tersebut yang tengah beredar di media sosial, Anies yang sedang tengah berjalan di tengah kerumunan massa pendukungnya. Tiba-tiba saja datang seorang pria tidak dikenal mengenakan kaos bertuliskan AMIN dan mengenakan topi berwarna putih secara sigap langsung menghampiri Anies, tidak lama pria tersebut langsung melayangkan tangan nya ke bagian wajah eks Gubernur DKI tersebut.

Saat mendapatkan perlakuan tersebut, hal itu tidak membuat Anies marah, bahkan ia terlihat tetap tenang dan tidak marah sedikit pun bahkan tidak ia sembari tersenyum dengan lebar dan sembari berjalan lanjut ditengah kerumunan massa pendukungnya.

Namun, secara resmi belum diketahui secara pasti kapan dan dimana lokasi Anies ditampar pria tidak dikenal tersebut saat melakukan kampanye.

Kendati demikian, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengaitkan kejadian tersebut dengan pernyataan Tito Karnavian yang menyebut Capres-Cawapres kemungkinan bisa saja terluka saat berkampanye oleh orang tidak di kenal (OTK).

Dalam unggahan yang beredar dari Menteri Tito beberapa hari lalu, soal warning capres akan resiko terbunuh saat berkampanye, tito menyampaikan bahwa ia memberi warning yang dikaitkan dengan penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang saat itu sedang berpidato dalam sebuah acara kampanye di wilayah Kota Nara, Jepang.

“Jangan lupa kita kasusnya Shinzo Abe, mohon maaf dengan segala hormat ya terjadinya serangan itu dalam sejarah Jepang baru pertama kali. Saya kira ya pimpinan setingkat prime minister dibunuh itu pada saat dia kampanye,” ungkap Tito dalam unggahan yang beredar di media sosial.

“Saya waktu melihat di KPU itu ruang terbuka, bukan ruang tertutup. Sniper bisa saja terjadi, saya selalu berpikir skenario sebagai mantan polisi ya, jadi ajudan pada saat itu saya pikir penting untuk menjaga menjadi protektor ketika terjadi situasi krisis,” sambungnya.