Tahun Politik, Wakil Menteri Agama: Hentikan Lelucon Politik dengan Nama Agama

Jakarta, GPriority.co.id – Menghadapi tahun politik saat ini, Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, mengajak masyarakat untuk menciptakan pemilu damai, jujur, dan adil.

Hal tersebut ia sampaikan pada acara Silatnas Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/1) kemarin.

Bagi Saiful, kontestasi, pro dan kontra dalam dunia politik adalah hal yang biasa. Untuk mewujudkan pemilu yang damai, jujur, dan adil, dirinya juga mengimbau agar masyarakat menghentikan berbagai lelucon politik yang menyeret nama agama di dalamnya.

“Saya mengimbau agar kita menghentikan lelucon-lelucon politik yang menggunakan nama agama. Kita juga tolak politik identitas yang menjadikan isu agama sebagai isu sektoral untuk pemenangan dalam politik,” ujar Saiful.

“Pemilu merupakan agenda kita semua yang lumrah sebagai warga negara. Untuk itu, mari kita kawal Pemilu ini dari potensi penggunaan politik identitas, terutama identitas keagamaan. Mudah-mudah Pemilu berjalan aman dan damai,” tambahnya.

Pada acara tersebut, terdapat perwakilan tokoh dari beragam agama. Seperti tokoh agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Khonghucu, perwakilan KPU, Bawaslu, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat lainnya.

Seluruh tokoh agama yang hadir juga turut menandatangani Deklarasi Pemilu Damai.

Deklarasi Pemilu Damai bertujuan untuk mewujudkan pemilu yang aman, tertib, damai dan berintegritas. Pada deklarasi tersebut terdapat 7 poin penting.

Salah satu poin penting dalam Deklarasi Pemilu Damai adalah mengajak seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan penuh tanggungjwab.

Foto : Kemenag