Jakarta, GPriority.co.id – Berbagai Provinsi di Indonesia, turut serta meramaikan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2024. Salah satu Provinsi yang menjual produk kerajinan khas daerahnya adalah Merauke. Pada tahun ini, Merauke menghadirkan produk kerajinan rajutan dan batik tulis di Inacraft 2024.
“Ada kerajinan rajutan dan batik tulis khas Kabupaten Merauke. Yang menonjol ini tas rajutan dan batik tulis. Kalau batik tulis kan memang tidak semua orang bisa membuatnya. Beda dengan batik cap. Sehingga jadi ciri khas. Motif-motif batik ini dibuat sesuai marga dan saya buat sendiri,” ujar Yoseph, selaku perwakilan dari Dinas Pariwisata Merauke.
Untuk keunikan dari produk batik tulis dengan motif yang beragam tersebut, diakui Yoseph terdapat pada cara memodifikasinya.
“Contohnya seperti saya dari marga Mahuze. Ciri khasnya itu seekor anjing. Ada lagi (marga) Basik-Basik yang ciri khasnya seekor celeng (babi). Jadi kami orang Merauke itu semua punya marga dari binatang dan tumbuhan. Semua binatang dan tumbuhan itu dilindungi oleh marga-marga itu. Salah satunya seperti burung cenderawasih juga yang ada di Papua,” tuturnya.
Oleh karenanya, kerajinan batik tulis khas Merauke dibuat dengan latar belakang untuk melindungi mahluk-mahluk hidup seperti binatang dan tumbuhan. Produk batik tulis khas Merauke ini diakui Yoseph, terbuat dari serat-serat kelapa.
“Ini dari serat-serat serabut kelapa. Ada juga yang dari daun kelapa. Jadi semua dasarnya kelapa,” ungkap Yoseph.
Begitu juga dengan kerajinan tas rajutan yang terbuat dari benang, dan dirajut langsung oleh ibu-ibu di Merauke.
Merauke sendiri juga khas dengan alat musik Kandara yang lebih dikenal dengan Tifa. Uniknya, bahan pembuatan kandara terbuat dari kulit kangguru.
“Keunikan kangguru cuma ada di Merauke dan Australia. Indonesia bersyukur karena di Merauke ada kangguru. Kalau mau lihat kangguru tidak perlu ke Australia. Cukup ke Merauke saja tanpa pakai passport,” jelasnya.
Bukan hanya batik tulis dan rajutan, di stand Merauke juga terdapat kriya yang produknya berupa miniatur cendrawasih, karena saat ini cendrawasih merupakan hewan yang dilindungi. Bahkan menurut penelitian, burung cendrawasih hampir punah. Ada juga miniatur kangguru.
Yoseph berharap kedepannya pemerintah Kabupaten dan Provinsi dapat melihat talenta yang dimiliki oleh masyarakat Merauke.
“Mudah-mudahan pemerintah Kabupaten dan Provinsi dapat melihat talenta yang dipunyai masyarakat kita. Masyarakat Merauke punya talenta dan punya kreasi, tetapi tidak didukung dengan fasilitas yang ada. Termasuk juga dana dan sponsor,” tegasnya.
Foto : GP Sifra
