Dukung Program SPR, Pj. Gubernur Papua Barat Harap Ada Kemandirian Ekonomi

Bogor, GPriority.co.id – Penjabat (Pj.) Gubernur Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere mendukung program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang diinisasi Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut Ali Baham, program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dia berharap melalui program ini dapat melahirkan SDM unggul serta mewujudkan upaya kemandirian ekonomi.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 75 siswa SPR telah di wisuda pada Kamis (6/6). Dari ke 75 siswa itu 47 orang diantarannya berasal dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

“Mudah-mudahan kedepan petani-petani kita, peternak-peternak kita kemudian bisa mendapatkan pendapatan perkapitanya dan sejahtera, ini yang kita harapkan dan tentunyaa dukungan pemerintah bisa berkolaborasi untuk program ini,” ucap Ali Baham kepada GPriority saat menghadiri acara Wisuda SPR di Gedung Start Up Center, Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB, Bogor pada Kamis (6/6).

Diketahui juga, proses wisuda ini melibatkan minimal 14 kampung/desa, dengan 12 kampung di antaranya berasal dari Fakfak yang tersebar di 4 distrik (Arguni, Kokas, Tomage, dan Bomberay).

Kedepan, mantan Sekda Fakfak ini mendorong, program SPR bisa dicontoh kepada 6 kabupaten lainnya di Papua Barat.

“Selanjutnya dengan model ini untuk menjadi contoh kepada kabupaten-kabupaten lain di Papua Barat. Jadi kalau ini baru di Fakfak, mudah-mudahan bisa dilakukan di Manokwari, Kaimana, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan serta Teluk Bintuni dengan potensi mereka,” harap Ali Baham.

Lebih lanjut, pria kelahiran 12 Juni 1967 itu menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggara dan sponsor Pupuk Kaltim yang telah mendukung penyelenggaraan PSR.

“Terima kasih kepada IPB, rektor dan jajarannya. Juga terima kasih kepada Pupuk Kaltim, yang akan membangun pabrik di fakfak dan tentunya berdampak kepada masyarakat,” ucapnya.

Sebagai informasi, SPR merupakan pendekatan inklusif untuk mencapai Sustainable Livelihoods (penghidupan berkelanjutan), yang mendukung pembangunan pedesaan/perkampungan dan masyarakat agromaritim untuk mewujudkan kedaulatan pangan (food sovereignity).

Program Ini adalah terobosan besar untuk meningkatkan kapasitas dan posisi tawar (bargaining position) masyarakat agromaritim dalam menghadapi perubahan dan pembangunan wilayah mereka. SPR bertujuan untuk membentuk komunitas lokal yang mandiri dan berdaya saing, mempersiapkan mereka untuk menghadapi perubahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Foto: GPriority