Kendari, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual pada Senin (12/8). Rakor kali ini, membahas peran penting Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2).
Plt. Sekretaris Jenderal (Kemendagri), Tomsi Tohir, menekankan bahwa TSTH2 sebagai pusat unggulan dalam penyediaan bibit hortikultura berkualitas.
Untuk itu, Tomsi meminta dinas-dinas Kabupaten untuk mengetahui jenis tanaman obat yang diharapkan untuk dikirim dari masing-masing Kabupaten.
“Tanggung jawab yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga rapat-rapat berikutnya dapat berlangsung lebih efektif,” ujar Tomsi dikutip rilis resmi Pemprov Sultra.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Sumber Daya Alam, M. Saleh Nugrahadi, membeberkan bahwa TSTH2 tidak hanya menjadi pusat penyediaan bibit unggul, tetapi juga menjadi inkubator teknologi, hub riset, serta etalase produk herbal dan hortikultura.
Menurut Saleh, fasilitas ini juga akan mendukung kegiatan teaching industry, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya hutan secara lestari demi meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
“Rakor ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan mengembangkan sektor hortikultura dan tanaman herbal sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Statistik Harga, Windhiarso Putranto menyampaikan bahwa secara nasional, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan Indeks Harga Perdagangan Besar (IPH) hingga M2 Agustus 2024 lebih banyak dibandingkan yang mengalami kenaikan.
Foto: Pemprov Sultra
