Audiensi dengan Kemenperin, Pemkab Morowali Bahas Rencana Pengembangan IKM Pengelolaan Logam

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Morowali melakukan audiensi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dijen IKMA) di Hotel Sheraton, Tanggerang, Banten pada Senin (12/8). Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengembangan Ekosistem dan Rantai Pasok Kawasan Industri Bidang Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) tahun anggaran 2025.

Pj. Bupati Morowali, Drs. Yusman Mahbub menyampaikan, bahwa Pemkab Morowali telah mengajukan dana sebesar 72 miliar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sentra IKM dibidang pengelolaan logam. Menurut dia, hal ini sejalan dengan potensi industri yang tengah berkembang di daerah tersebut.

“Dengan berkembangannya Kawasan Industri, Kementerian Perindustrian akan memberikan alokasi dana sebesar 72 miliar dalam rangka mengembangkan industri kecil menengah yang akan bergerak kebidang logam,” ujar Yusman kepada GPriority.

Dia berharap, pengembangan industri ini dapat berjalan dan berdampak pada perekonomian masyarakat. Apalagi, rencana ini juga sesuai dengan langkah Pemerintah dalam mendukung program hilirisasi.

“Harapan kita bahwa di Kawasan itu akan lahir kelompok masyarkat, usaha-usaha kecil, menengah yang kemudian memproduksi barang jadi sejalan dengan program hilirisasi. Maka akan memberikan dampak kepada masyarakat kita,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Morowali, H. Zainal menjelaskan Pemkab Morowali juga menggandeng salah satu industri pengelolaan nikel terbesar yakni PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Dia menyebut, PT IMIP mendukung penuh rencana pengelolaan logam dengan menyediakan bahan baku pengelolaan logam.

“Mendukung sepenuhnya dan bersedia menyiapkan seluruh bahan bakunya. Agar tidak menjadi mangkrak, beliau (PT IMIP) meminta kepada Kementerian Perindustrian untuk bisa berkoordinasi dalam memenuhi yang kebutuhan sarana dan pra sarana pengelolaannya,” ujarnya.

Selanjutnya, dia mengatakan rencana pengelolaan logam ini akan memproduksi baut buatan Morowali. Sementara itu, terkait dana yang diajukan, kata dia, bakal digunakan untuk pengadaan mesin.

“Sebagian untuk pengadaan mesin, mesin yang menjadi alat untuk mengolah bahan-bahan yang ada di IMIP,” kata dia.

Selain baut, Zainal menuturkan, pihaknya juga akan memproduksi spandek, rangka baja, hingga galangan kapal. Dia berharap, rencana ini mampu memenuhi kebutuhan bahan jadi dan dapat memajukan perkonomian masyarakat.

“Bisa membangun perekonomian masyarakat dan mendatangkan lapangan kerja. Ketika itu semua terwujud maka minimal angka kemiskinan itu akan menurun, karena rata-rata ketika sudah bekerja, orang pasti menjadi bagian dari salah satu mengurangai angka kemiskinan,” ucapnya memungkasi.

Foto: GPriority/Dimas A Putra