Bali, GPriority.co.id – Sustainable Aviation Fuel (SAF) produksi PT Pertamina Patra Niaga mengglobal dengan Virgin Australia Airlines yang menjadi maskapai internasional pertama yang menikmati layanannya.
Dalam keterangan resminya, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan penyaluran SAF Pertamina ke pasar global menjadi komitmen nyata PT Pertamina Patra Niaga yang secara agresif mendorong transisi energi di sektor aviasi dan mendukung target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060.
SAF Pertamina diproduksi dari limbah, diolah di kilang bersamaan dengan bahan bakar fosil untuk menghasilkan bahan bakar sintetis rendah karbon, mengurangi emisi karbon hingga 84% dibandingkan bahan bakar jet konvensional, serta telah disertifikasi ISCC CORSIA dan ISCC RED-EU.
PT. Pertamina Patra Niaga sendiri mempercayai penjualan SAF Pertamina kepada Virgin Australia Airlines menjadi milestone penting Pertamina, dimana menjadi bukti bahwa Pertamina Grup telah siap menjadi pemain di pasar SAF untuk penerbangan komersil rute internasional.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan mengungkapkan Indonesia dapat beradaptasi dengan tuntutan bauran energi di industri penerbangan internasional, dimana saat ini SAF menjadi solusi jangka menengah bagi penerbangan untuk mengurangi jejak karbon, tanpa memerlukan perubahan pada pesawat, infrastruktur bandara, atau rantai pasokan bahan bakar jet.
Sementara itu General Manager Sustainability Virgin Australia, Fiona Walmsley, menjelaskan, kerja sama dengan PT. Pertamina Patra Niaga merupakan langkah awal antara Indonesia dan Australia dalam upaya mewujudkan target Net Zero Emission di kedua negara. Virgin Australia sendiri melayani rute penerbangan dari Denpasar ke Brisbane, Melbourne, Sydney, dan Gold Coast.
Selain kepada Virgin Australia, SAF PT. Pertamina Patra Niaga juga disalurkan ke maskapai Citilink. Bagi Citilink ini merupakan upaya dalam mendukung pengurangan emisi karbon, khususnya di sektor penerbangan yang semakin penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai informasi, Indonesia sendiri berkomitmen besar untuk mencapai target pemenuhan energi terbarukan sebesar 31% pada tahun 2050 dan mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
Foto : Pertamina Patra Niaga
