Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 Desember, Cek Besarannya Disini!

SPBU. Foto: istimewa SPBU. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non subsidi per 1 Desember 2024.

Kenaikan BBM non subsidi ini berlaku untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Diantaranya :

  • Pertamax Tubro :

Harga semula : Rp13.500/liter

Harga setelah naik : Rp13.550/liter

  • Pertamax Dexlite :

Harga semula : Rp13.050/liter

Harga setelah naik : Rp13.400/liter

  • Pertamina Dex :

Harga semula : Rp13.440/liter

Harga setelah naik : Rp13.800/liter

Sebagai informasi, kenaikan BBM non subsidi ini juga berlaku untuk wilayah Aceh hingga Papua.

Namun, kenaikan BBM non subsidi ini memicu kontroversi, karena harga minyak dunia sedang turun saat ini.

Bahkan penurunan harga minyak dunia sudah terjadi sejak  6 bulan terakhir.

Penyebabnya yaitu karena aktivitas perdagangan sedang melemah, karena hari libur di Amerika Serikat.

Selain itu, investor dikatakan juga sedang merasakan kekhawatiran akibat konflik Timur Tengah.

Mengapa Harga BBM Non Subsidi Justru Naik?

Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, terdapat 3 variabel yang mempengaruhi penetapan harga BBM non subsidi.

Diantaranya tren transaksi di bursa minyak Singapura (MOP), inflasi, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Disamping itu, sebulan belakangan kurs rupiah terhadap dolar AS sedang mengalami pelemahan.

Namun, kenaikan harga BBM non subsidi di Indonesia merupakan bentuk antisipasi yang lumrah.

Menurut Heppy Wulansari, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti 2 hal.

Seperti tren harga rata-rata publikasi minyak (MOPS) dan pertimbangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Heppy juga mengatakan, Pertamina saat ini sedang melakukan evaluasi harga setiap bulannya.

Sebagai informasi, kenaikan harga BBM per 1 Desember, hanya untuk yang non subsidi saja.

Sedangkan untuk harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, tidak ada perubahan.

Sementara itu, kenaikan harga BBM Pertamina dilaporkan juga akan diikuti oleh SPBU lain seperti Shell, Vivo, hingga BP AKR.

Foto : Istimewa